![]() |
"Peraturan ini telah dikomunikasikan kepada semua klub. Mulai musim depan, setiap tim akan diizinkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Dari jumlah tersebut, delapan pemain akan berada di lapangan pada saat yang bersamaan," ujar Ferry Paulus, manajer umum liga.
Kuota pemain asing di Indonesia meningkat signifikan dibanding musim lalu (daftar 8, maksimal pakai 6). 6 pemain asing yang bermain bersama saja sudah jumlah yang sangat besar dibanding rata-rata di Asia Tenggara, tapi mulai musim depan, Indonesia akan menambah kuotanya ke angka yang lebih dahsyat lagi.
Perubahan ini memungkinkan tim untuk bebas menambah skuad, meningkatkan kualitas turnamen, dan menjadikan Kejuaraan Nasional Indonesia sebagai tujuan favorit bagi pemain asing dari seluruh dunia . Namun, di sisi lain, hal ini juga menghambat peluang pemain lokal.
![]() |
Pemain asing akan membanjiri Indonesia |
Tidak mengherankan jika mulai musim depan, banyak tim menggunakan maksimal 8 "tentara bayaran", sehingga hanya menyisakan ruang untuk 3 pemain lokal. Perubahan ini akan semakin membuat pemain lokal kehilangan tempat di negaranya sendiri.
Dibandingkan dengan kejuaraan nasional lain di Asia Tenggara, Indonesia mungkin yang paling liberal dalam hal pemain asing. Thailand hanya mengizinkan maksimal 7 pemain per pertandingan, terdiri dari 2 pemain dari Asia dan 5 pemain dari benua lain, Malaysia 7 pemain, dan Filipina 5 pemain. Sementara itu, meskipun peraturan telah dilonggarkan, Vietnam masih hanya menerapkan kuota 4 pemain asing per tim, dengan maksimal 3 pemain di lapangan.
Negara-negara pada umumnya bertujuan menyeimbangkan jumlah pemain asing dan domestik, kecuali Indonesia. Dengan demikian, dari tim nasional hingga level klub, pemain dari negara-negara nusantara akan lebih sulit mendapatkan kesempatan bermain.
Source: https://tienphong.vn/bong-da-indonesia-thay-doi-soc-bop-nghet-cau-thu-noi-dia-post1758332.tpo
Komentar (0)