Pada tanggal 8 Agustus 2025, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menerbitkan Keputusan No. 2272/QD-BCT tentang pembentukan Tim Penyusun Surat Edaran Kementerian Perindustrian dan Perdagangan yang mengatur peta jalan penerapan rasio pencampuran biofuel dan bahan bakar konvensional di Vietnam (Tim Penyusun). Pada tanggal 15 Agustus 2025, Tim Penyusun mengadakan rapat pertamanya untuk memberikan masukan guna melengkapi Draf 1 Surat Edaran tersebut.
Oleh karena itu, mulai 1 Januari 2026, seluruh negeri akan beralih menggunakan biofuel E10 dan bensin dasar (seperti RON 92, RON 95, atau jenis bensin dasar sesuai dengan peraturan Vietnam). Mulai 1 Januari 2031, beralih menggunakan E15 atau lebih tinggi berdasarkan hasil fase implementasi bensin E10, situasi sosial -ekonomi, serta perkembangan teknologi, peralatan, dan mesin berbahan bakar bensin saat itu.
Mengomentari draf ini, Ibu Nguyen Thi Trang - Wakil Kepala Kantor Asosiasi Perminyakan Vietnam menyarankan agar Kementerian Perindustrian dan Perdagangan segera menerbitkan peta jalan yang mengatur rasio pencampuran biofuel sehingga provinsi, kota, dan bisnis perminyakan memiliki dasar hukum untuk segera menyiapkan fasilitas dan mengembangkan rencana bisnis yang tepat.
"Solusi paling optimal untuk keberhasilan implementasi peta jalan ini adalah mengganti sepenuhnya bensin mineral dengan biofuel E10. Kami juga merekomendasikan agar Kementerian Perindustrian dan Perdagangan berkonsultasi dengan Kementerian Sains dan Teknologi untuk meninjau, mengubah, dan menyesuaikan sejumlah regulasi teknis terkait biofuel, regulasi tentang pendaftaran fasilitas pencampuran, dan manajemen kualitas bensin agar sesuai dengan kondisi aktual dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pelaku usaha saat menjalankan bisnis sesuai peta jalan yang baru," tegas Ibu Nguyen Thi Trang.
Menurut Bapak Nguyen Quang Dung - Wakil Direktur Jenderal Vietnam National Petroleum Group, agar peta jalan penerapan rasio pencampuran biofuel dapat dilaksanakan secara efektif, peran komunikasi sangatlah penting.
Asosiasi seperti Asosiasi Produsen Mobil Vietnam dan Asosiasi Produsen Sepeda Motor Vietnam perlu mempromosikan propaganda, baik tertulis maupun dalam seminar dan konferensi, tentang manfaat biofuel bagi kendaraan dan lingkungan. Produsen kendaraan yang menggunakan biofuel juga perlu menegaskan bahwa biofuel memang baik untuk mesin. Sementara itu, bagi pelaku bisnis, mereka perlu memastikan bahwa mereka memasok pasar dengan material standar, menjamin kualitas, dan mematuhi persyaratan manajemen," ujar Bapak Dung.
Berbicara dengan Lao Dong, Bapak Bui Ngoc Bao - Ketua Asosiasi Perminyakan Vietnam menilai bahwa konversi ke penggunaan bahan bakar nabati, khususnya bensin E10, merupakan tren umum di dunia dalam konteks bahan bakar fosil yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan.
"Kelanjutan penerapan peta jalan pemanfaatan biofuel oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Pemerintah merupakan langkah yang tepat," tegas Bapak Bui Ngoc Bao.
Sumber: https://baoquangninh.vn/buoc-vao-ky-nguyen-nhien-lieu-xanh-ron95-sap-nhuong-cho-cho-xang-e10-va-e15-3372398.html
Komentar (0)