Pajak pertambahan nilai untuk rumah tangga bisnis dan bisnis perorangan dihitung menggunakan rumus berikut:
Pajak Pertambahan Nilai yang terutang = Pendapatan Kena Pajak Pertambahan Nilai x Tarif Pajak Pertambahan Nilai
Pajak penghasilan pribadi untuk rumah tangga bisnis dan individu dihitung dengan rumus berikut:
Pajak Penghasilan Pribadi yang terutang = Pendapatan kena pajak x Tarif pajak penghasilan pribadi
Di sana:
- Pendapatan kena pajak: Pendapatan yang dikenakan pajak pertambahan nilai dan pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan pribadi bagi rumah tangga usaha dan orang pribadi usaha adalah pendapatan termasuk pajak (dalam hal dikenakan pajak) atas seluruh penjualan, biaya pemrosesan, komisi, dan biaya penyediaan jasa yang timbul selama masa pajak dari kegiatan produksi dan perdagangan barang dan jasa. Termasuk jumlah-jumlah berikut:
+ Bonus, dukungan penjualan, promosi, diskon perdagangan, diskon pembayaran, dukungan tunai atau non-tunai.
+ Subsidi, biaya tambahan, biaya ekstra, dan biaya tambahan dinikmati sesuai peraturan.
+ Kompensasi atas pelanggaran kontrak, kompensasi lainnya (hanya termasuk dalam pendapatan pajak penghasilan pribadi).
+ Pendapatan lain yang berhak diterima oleh rumah tangga bisnis dan individu bisnis terlepas dari apakah mereka telah mengumpulkan uang atau tidak.
- Tarif pajak yang dihitung berdasarkan pendapatan:
+ Tarif pajak yang dihitung berdasarkan pendapatan mencakup tarif pajak pertambahan nilai dan tarif pajak penghasilan pribadi yang diterapkan secara rinci pada setiap bidang dan industri sesuai dengan petunjuk dalam tabel berikut:
+ Dalam hal rumah tangga usaha atau orang pribadi menjalankan usaha di banyak bidang dan profesi, maka rumah tangga usaha atau orang pribadi tersebut wajib melaporkan dan menghitung pajak sesuai dengan tarif pajak yang dihitung atas penghasilan yang berlaku pada masing-masing bidang dan profesi.
Dalam hal Rumah Tangga Usaha dan Orang Pribadi Pengusaha tidak dapat menetapkan besarnya penghasilan kena pajak masing-masing bidang usaha atau profesi atau penetapannya tidak sesuai dengan kenyataan usaha, maka Kantor Pelayanan Pajak menetapkan besarnya penghasilan kena pajak masing-masing bidang usaha atau profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi perpajakan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)