Jutaan pengguna CapCut melaporkan bahwa mereka tidak mengetahui ketentuan terbaru platform tersebut. - Foto: THANH THU
CapCut adalah aplikasi penyunting video populer dari ByteDance, yang sering digunakan untuk membuat video pendek sebelum diunggah ke TikTok atau Facebook. Baru-baru ini, beberapa pembaruan pada ketentuan penggunaan membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah CapCut menyimpan konten pribadi yang menurut pengguna hanya dapat dilihat oleh mereka? Bagaimana perubahan ini memengaruhi kendali pengguna atas data mereka?
CapCut Perbarui Ketentuan: Pengguna Khawatir Pelanggaran Privasi
Pada bulan Juni 2024, CapCut memperbarui ketentuan penggunaannya dan langsung memicu diskusi hangat di antara komunitas penggunanya tentang poin penting: platform tersebut memiliki hak untuk mengakses dan menggunakan kembali konten yang dibuat pengguna dalam aplikasi, termasuk video, audio, efek, templat, dan sumber daya yang belum pernah dibagikan secara publik.
Banyak pengguna yang membaca ketentuan tersebut menyatakan kekhawatiran bahwa hal itu dapat melanggar privasi dan hak cipta mereka. Beberapa bahkan mempertanyakan: jika video yang belum pernah diposting masih disimpan dan dapat digunakan kembali, apakah pembuat konten masih memiliki kendali atas produknya?
Cara CapCut mengumumkan pembaruan ini telah menimbulkan kontroversi luas. Meskipun ketentuan baru telah dipublikasikan di situs web, platform tersebut tidak mengirimkan notifikasi email kepada pengguna, juga tidak menampilkan peringatan yang jelas di aplikasi. Ketentuan tersebut hanya menyatakan bahwa CapCut 'dapat' memberikan pemberitahuan dalam bentuk yang wajar seperti notifikasi dalam aplikasi atau melalui email, tetapi tidak ada komitmen khusus.
Akibatnya, sebagian besar pengguna baru menyadari perubahan tersebut ketika muncul unggahan peringatan di forum teknologi dan media sosial.
CapCut angkat bicara
Setelah komunitas online angkat bicara, perwakilan CapCut resmi memberikan tanggapan di halaman dukungan pada 24 Juni 2025. CapCut pun menegaskan bahwa tidak ada perubahan hak atas konten yang dibuat pengguna.
Perusahaan mengatakan bahwa pembaruan ketentuan ini hanya dimaksudkan untuk memperjelas kata-kata, terutama yang terkait dengan hubungan antara CapCut dan pihak ketiga, termasuk penyedia layanan, platform distribusi, dan mitra afiliasi.
CapCut menekankan bahwa konten pengguna tetap menjadi milik pembuatnya, dan platform tidak menggunakan data tersebut untuk melatih kecerdasan buatan kecuali diberitahukan secara tegas dan disetujui secara hukum.
Namun, banyak pengguna mengatakan mereka belum pernah membaca atau mendengar konten tersebut sebelumnya.
Syarat dan ketentuan ini masih kontroversial hingga kini. Beberapa pihak berpendapat bahwa meskipun tidak ada perubahan besar pada hak-hak pengguna, tidak adanya pemberitahuan melalui email atau dalam aplikasi membuat pengguna tidak mengetahui apa yang mereka setujui.
Apa yang perlu diperhatikan pengguna?
Insiden ini menyoroti kesenjangan yang jelas antara kebijakan dan persepsi pengguna, dengan banyak yang mengakui bahwa mereka tidak pernah membaca syarat dan ketentuan aplikasi, meskipun ketentuan tersebut dengan jelas menentukan siapa yang dapat melakukan apa dengan data yang mereka hasilkan.
Dalam konteks teknologi digital yang berkembang pesat, semakin banyak platform yang memperluas cakupan pengumpulan dan penggunaan data. Pengguna sebaiknya mempertimbangkan untuk mencari informasi dari sumber tepercaya guna memahami hak dan batasan terkait, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat saat menggunakan layanan.
Sumber: https://tuoitre.vn/capcut-va-dieu-khoan-bi-tranh-cai-quyen-du-lieu-thuoc-ve-ai-20250626171430678.htm
Komentar (0)