Memotong banh chung dengan potongan bambu merupakan metode tradisional yang dianggap standar oleh nenek moyang kita; haruskah kita menghindari penggunaan pisau untuk memotong banh chung?
Memotong banh chung dengan potongan bambu merupakan metode tradisional yang dianggap standar oleh nenek moyang kita; haruskah kita menghindari penggunaan pisau untuk memotong banh chung?
Menurut konsep tradisional, saat memotong banh chung, orang-orang kuno percaya bahwa cara yang tepat untuk memotong kue adalah dengan menggunakan tali pengikat kue, yang menunjukkan keahlian dan kecanggihan sang pembuat. Setelah kue dikupas, talinya disimpan, dirobek-robek kecil, lalu ditempelkan pada kue dalam bentuk silang atau diagonal, berpotongan di isian kue. Hanya dengan menarik tali dengan terampil, kue akan terbagi menjadi 4 atau 8 bagian yang sama, indah sekaligus penuh tradisi.
Memotong banh chung dengan potongan bambu atau dengan pisau, cara mana yang lebih cocok?
Orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional seringkali menekankan pemotongan banh chung dengan potongan bambu. Hal ini tidak hanya menunjukkan keterikatan pada adat istiadat kuno tetapi juga memiliki nilai praktis, terutama dalam konteks masa lalu yang sulit. Ketika tidak ada sabun cuci piring dan kondisi sanitasi terbatas, memotong banh chung dengan potongan bambu membantu menghindari ketidaknyamanan mencuci pisau yang terkena nasi ketan dan minyak, terutama saat cuaca dingin Tet.
Namun, memotong banh chung dengan potongan bambu membutuhkan keterampilan dan ketelitian. Jika Anda tidak hati-hati atau salah dalam menarik potongan bambu, isiannya bisa tercabut dan kehilangan nilai estetikanya. Oleh karena itu, sejak zaman dahulu, cara memotong banh chung dengan potongan bambu juga dianggap sebagai tolok ukur ketekunan, keterampilan, dan ketenangan seorang ibu rumah tangga. Mereka yang tidak sabar dan terburu-buru seringkali tidak dapat menghindari kehancuran kue tradisional tersebut.
Memotong banh chung dengan potongan bambu memerlukan ketelitian, kewaspadaan dan waktu yang lebih lama, sehingga kini banyak orang lebih memilih menggunakan pisau untuk membagi kue menjadi 8 bagian yang rapi dan tajam dengan cepat tanpa takut isi kue hancur atau tercabut.
Jadi, sebaiknya kita memotong banh chung dengan potongan bambu atau dengan pisau? Setiap orang punya jawaban sendiri, tergantung preferensi dan pengalamannya. Mereka yang teliti, terampil, dan suka melestarikan nilai-nilai tradisional sering memilih memotong banh chung dengan potongan bambu. Sementara itu, orang sibuk yang bertindak cepat dan tepat mungkin lebih suka memotong banh chung dengan pisau.
Menurut konsep tradisional, saat memotong banh chung, orang-orang kuno percaya bahwa tali beras yang digunakan untuk mengikat kue harus digunakan dengan benar untuk memotongnya, menunjukkan keterampilan dan kecanggihan pembuatnya. Foto: Internet .
Cara memotong banh chung dengan potongan bambu
Ini adalah cara memotong kue yang menghargai keterampilan, kecanggihan, dan ketenangan orang yang melakukannya, sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap hidangan tradisional bangsa. Prosesnya cukup sederhana tetapi membutuhkan kesabaran dan keterampilan:
- Saat mengupas daun dong dan mengambil banh chung, simpan satu atau dua tali untuk mengikat kue, sobek tali menjadi untaian kecil.
Letakkan banh chung di atas piring, susun 2 bilah bambu di tengahnya membentuk 4 kotak, lalu susun 2 bilah bambu secara diagonal di keempat sudutnya untuk membagi banh chung menjadi 8 bagian. Perhatikan urutan bilah bambu agar saat ditarik, tidak bergeser dan kue hancur (Anda dapat menandai urutannya dengan mengikat simpul di awal bilah bambu).
Tekan perlahan tali agar melekat erat pada kue, sehingga lebih mudah ditarik tanpa memperlihatkan isi kue. Tarik tali dari luar ke dalam sesuai urutan yang ditandai.
- Gunakan tangan Anda untuk memegang ujung tali pada bagian yang menempel pada banh chung lalu tarik perlahan secara horizontal; jangan mengangkat ikatan tali terlalu tinggi agar isinya tidak kendur.
Cara memotong banh chung dengan pisau tanpa takut lengket
Memotong banh chung dengan pisau adalah metode yang cepat dan praktis, terutama cocok bagi Anda yang sibuk dan tidak ingin membuang waktu untuk langkah-langkah yang rumit atau kurang terampil dan teliti. Dengan bantuan plastik pembungkus, risiko pisau tersangkut pun dapat diminimalkan.
Siapkan pisau yang panjang dan tajam serta selapis plastik pembungkus. Gunakan plastik pembungkus untuk membungkus pisau agar kue tidak lengket pada mata pisau. Ini akan menjaga pisau tetap bersih, sehingga Anda dapat memotong kue dengan mudah tanpa khawatir nasi lengket atau minyak menempel pada pisau.
- Kupas daun dong dan letakkan kue di atas piring.
- Gunakan pisau untuk memotong banh chung menjadi 8 bagian seperti dijelaskan di atas atau menjadi potongan-potongan seukuran gigitan sesuai selera pribadi.
[iklan_2]
Sumber: https://nongsanviet.nongnghiep.vn/cat-banh-chung-nen-dung-lat-hay-dao-thi-tot-hon-d417180.html
Komentar (0)