Ketika bertemu dengan Thuc Bao ketika siswi laki-laki itu baru saja datang dari Quang Binh ke Thua Thien-Hue untuk mempersiapkan ujian kelulusan sekolah menengah atas yang akan datang, kesan pertama penulis terhadap lulusan terbaik ini adalah wajahnya yang cerah dan senyumnya yang lebar.
"Saya lahir dan besar di pedesaan kecamatan Son Thuy, distrik Le Thuy (Quang Binh). Di kelas 12, saya lulus ujian masuk SMA Quoc Hoc untuk Anak Berbakat (Kota Hue ), dan sejak saat itu, saya mulai jauh dari rumah," ujar Bao.
Phan Le Thuc Bao berprestasi dan menjadi lulusan terbaik pada putaran kedua ujian penilaian kompetensi Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh.
Mulailah belajar saat terinspirasi
Di awal-awal berkemas dan pindah ke Hue, tinggal bersama kerabat, meskipun rindu kampung halaman, Bao selalu bertekad untuk belajar menjadi insinyur perangkat lunak di masa depan. Hingga kini, ia memilih jurusan Ilmu Komputer di Universitas Ilmu Pengetahuan Alam (Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh) sebagai tempat untuk mewujudkan impiannya.
"Saya paling suka jurusan ini karena keahlian saya di bidang teknologi informasi. Waktu kecil, saya sangat menyukainya sampai-sampai saya membongkar semua speaker dan peralatan komputer di rumah untuk dijelajahi. Ada yang bisa dipasang, ada yang tidak," ujar lulusan terbaik itu dengan nada bercanda.
Baik kakeknya maupun orang tuanya adalah guru, jadi sejak usia muda Bao selalu sadar akan pentingnya belajar dan menemukan cara belajar yang "aneh" tetapi efektif.
"Saya tidak terlalu membebani diri sendiri atau memberi terlalu banyak waktu. Saya baru mulai belajar ketika merasa terinspirasi dan ingin mempelajari hal baru. Selain waktu kelas, saya akan meluangkan 1 jam setiap hari untuk menyelesaikan soal-soal di setiap mata pelajaran. Sisa waktunya, saya akan bermain sepak bola, menonton pertandingan sepak bola, atau pergi keluar bersama teman-teman untuk menciptakan suasana hati yang paling nyaman bagi diri saya," ujar Bao.
Rahasia untuk mendapatkan nilai tinggi
Meraih nilai tinggi di babak kedua ujian penilaian kompetensi Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh tahun 2023, Bao dengan rendah hati mengatakan bahwa di antara semua mata pelajaran, ia paling menyukai matematika dan untungnya ujian penilaian kompetensi tahun ini berfokus pada matematika logis dan pengetahuan matematika kombinatorial.
Namun, itu bukan hanya keberuntungan seperti yang dikatakan Bao karena ujian penilaian kompetensi Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh juga mencakup bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial, bahasa Vietnam... dan Bao berhasil dengan baik di semua bagian ini.
"Ujian penilaian kompetensi akan menilai pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk meninjaunya dalam waktu singkat, tetapi harus diakumulasikan selama bertahun-tahun belajar. Di kelas, saya selalu fokus untuk menyerap materi, di luar kelas saya berpartisipasi dalam banyak kegiatan ekstrakurikuler, secara bertahap mengumpulkan sedikit demi sedikit dari masing-masing kegiatan. Oleh karena itu, ketika memasuki ruang ujian, saya merasa cukup percaya diri dan nyaman," Bao berbagi lebih lanjut tentang rahasianya.
Selain jam belajar, Bao menghabiskan banyak waktu berjalan-jalan di kota dan bermain dengan teman-temannya untuk bersantai.
Menurut pemuda ini, sebelum hari ujian, para peserta juga harus menjaga kesehatan. Bao menjaga kesehatannya dengan tidur lebih awal, makan teratur, dan berolahraga... Berkat itu, selama lebih dari 2 jam mengikuti ujian, Bao selalu menjaga konsentrasi tinggi.
Dalam ujian ini, ia juga punya kenangan istimewa. "Ketika para guru mulai membagikan kertas ujian, seorang pengawas datang untuk mengucapkan selamat. Saya terkejut karena sudah lama sekali tidak ada orang asing yang mengucapkan selamat. Setelah ucapan itu, semangat saya membaik dan saya mengerjakan ujian dengan cukup baik," kata Bao.
Dengan cara belajar itu, pada tahun 2022, Phan Le Thuc Bao juga menjadi kontestan terbaik minggu ini, kontestan terbaik kuartal ini dan berhenti di juara kedua dalam ujian bulanan dalam program Road to Olympia.
Mengomentari murid kesayangannya, Bapak Hoang Phuoc Loi (wali kelas) tak henti-hentinya memuji. Di mata Bapak Loi, Bao tak hanya berprestasi di kelas, tetapi juga anak yang energik dan antusias.
"Saya sudah menjadi wali kelas Bao selama 3 tahun. Dia pandai di semua mata pelajaran, kebanyakan di atas 9. Jadi, ketika Bao menjadi siswa terbaik dalam ujian penilaian kompetensi, itu tidak terlalu mengejutkan. Kemampuan dan kepribadiannya sangat baik," ungkap Bapak Loi dengan bangga.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)