Pengurangan jam mengajar dianggap sebagai masalah mendesak, karena guru Jepang harus bekerja lebih dari 120 jam lembur setiap bulan.
Dewan Pusat Pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Jepang pada tanggal 28 Agustus mengusulkan untuk memeriksa jam pelajaran di semua sekolah dasar dan menengah pertama negeri untuk mereformasi kegiatan pengajaran.
Menurut standar, setiap siswa memiliki 1.015 jam mengajar per tahun. Setiap pelajaran berlangsung selama 45 menit di sekolah dasar dan 50 menit di sekolah menengah pertama. Setelah inspeksi, sekolah dengan jumlah jam mengajar lebih dari jumlah tersebut per tahun (1.086 jam atau lebih) harus mengurangi jam mengajar, mulai tahun depan.
Badan tersebut mengusulkan, mengurangi beban kerja guru dan mereformasi gaya kerja merupakan "masalah yang perlu segera ditangani".
Ruang kelas di Jepang. Foto: The Japan Times
Survei yang dilakukan oleh Institut Penelitian Konfederasi Serikat Buruh Jepang (Rengo) pada tahun 2022 menemukan bahwa rata-rata jam lembur guru adalah 123 jam dan 16 menit per bulan, jauh melebihi ambang batas "kemungkinan kematian akibat kerja berlebihan" (80 jam per bulan) yang ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja Jepang.
Di Jepang, sekolah kini dianggap sebagai tempat kerja "hitam", dengan peraturan ketenagakerjaan yang sering dilanggar. Hal ini dianggap sebagai alasan terbesar mengapa banyak orang enggan melamar menjadi guru.
Usulan pengurangan jam mengajar tersebut merupakan bagian dari serangkaian langkah darurat pengurangan beban kerja guru yang telah disampaikan Dewan Pendidikan Pusat kepada Menteri Pendidikan.
Pada pertengahan Agustus, badan tersebut membahas peningkatan upah lembur bagi guru sekolah negeri, yang saat ini sebesar 4% dari gaji bulanan mereka. Menurut Dewan, pekerjaan guru sangat spesifik sehingga tidak dapat dihitung dengan cara yang sama seperti pegawai negeri lainnya.
Tindakan lainnya termasuk tidak membuka gerbang sekolah terlalu awal, menambah staf untuk mendukung guru dan konselor sekolah.
Banyak daerah kini telah menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi tekanan kerja guru.
Di Kota Gero, Prefektur Gifu, keenam SMP tersebut tahun lalu memperpanjang waktu pulang sekolah dari pukul 18.00 menjadi pukul 16.30. Para guru mengadakan rapat lebih awal, yang secara signifikan mengurangi jam lembur mereka. Sementara itu, Kota Kakegawa, Prefektur Shizuoka, akan mengalihkan semua kegiatan ekstrakurikuler di SMP ke kegiatan klub komunitas pada musim panas 2026.
Khanh Linh (Menurut The Japan Times)
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)