DNVN – Menurut Bapak Le Hong Viet, Direktur JenderalFPT Smart Cloud, kecerdasan buatan (AI) akan memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Perusahaan-perusahaan Vietnam dapat keluar dari zona nyaman dan menjelajahi area bisnis baru berkat aplikasi AI.
Potensi untuk pembangunan berkelanjutan
Pada lokakarya "Peluang dan Tantangan dalam Konteks Baru - Apa yang Harus Dilakukan Bisnis?" yang diselenggarakan pada 18 Oktober di Hanoi, pakar ekonomi Can Van Luc berkomentar bahwa Vietnam menghadapi banyak peluang untuk pembangunan ekonomi yang luar biasa. Kondisi makroekonomi stabil, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 6,5% pada periode 2025-2030, inflasi terkendali, dan pendapatan per kapita meningkat signifikan. Hal ini menjadikan Vietnam memiliki PDB yang termasuk tertinggi di ASEAN.
Integrasi internasional yang mendalam dengan 16 perjanjian perdagangan bebas (FTA) generasi baru dan kemitraan strategis yang komprehensif dengan delapan negara terkemuka di dunia telah semakin memperkuat posisi internasional Vietnam. Vietnam juga memanfaatkan lokasi geografisnya yang strategis untuk mengembangkan perdagangan dan investasi. Tekad Pemerintah untuk mengembangkan ekonomi yang dibarengi dengan pemberantasan korupsi dan pemborosan juga menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan stabil.
Ekonom Can Van Luc.
Selain itu, tren perkembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan transisi energi merupakan area potensial yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan Vietnam. Tingkat pertumbuhan ekonomi digital Vietnam diproyeksikan mencapai 20% per tahun pada periode 2025-2030, menunjukkan potensi pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Namun, selain peluang, menurut pakar Can Van Luc, perusahaan-perusahaan Vietnam juga menghadapi banyak tantangan. Risiko dari fluktuasi eksternal masih laten, sementara ketahanan ekonomi secara keseluruhan masih berada pada tingkat rata-rata yang rendah (peringkat 109/130 di dunia dan 7/9 di kawasan ASEAN). Selain itu, model pertumbuhan Vietnam belum banyak berinovasi.
Kebutuhan investasi dalam ekonomi hijau sangat besar, tetapi sumber daya yang ada saat ini terbatas. Menurut Bank Dunia (WB), Vietnam membutuhkan sekitar 368 miliar dolar AS dalam periode 2022-2040 untuk mengembangkan ekonomi hijau, guna mencapai tujuan pengurangan emisi bersih hingga nol pada tahun 2050. Selain itu, bisnis-bisnis Vietnam juga menghadapi kesulitan dalam proses transformasi digital.
Bapak Nguyen Anh Duong - Kepala Departemen Riset Umum, Institut Pusat Manajemen Ekonomi (CIEM).
Bapak Nguyen Anh Duong, Kepala Departemen Riset Umum Institut Manajemen Ekonomi Pusat (CIEM), berkomentar bahwa infrastruktur digital belum tersinkronisasi dan kapasitas konektivitas digital masih rendah. Kesadaran dan keterampilan banyak pelaku bisnis dalam transformasi digital masih terbatas, terutama dalam perdagangan nirkertas dan penyelesaian sengketa perdagangan daring.
Butuh solusi terobosan
Menghadapi tantangan ini, para ahli telah mengusulkan banyak solusi bagi Pemerintah dan dunia usaha.
Bapak Can Van Luc menyarankan agar Pemerintah meningkatkan kerangka kebijakan dan mekanisme sandbox untuk mendorong pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi sirkular. Perhatian yang lebih besar perlu diberikan pada pengembangan pasar keuangan, terutama pasar obligasi korporasi, pasar saham, dan reksa dana.
Selain itu, pembentukan Dana Pertumbuhan Hijau akan membantu menarik modal investasi dari sektor publik dan swasta.
Bapak Luc juga menekankan perlunya solusi terobosan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi tinggi, terutama di bidang-bidang seperti AI, keamanan siber, dan teknologi semikonduktor.
Direktur Jenderal FPT Smart Cloud menekankan peran AI dalam operasi bisnis.
Di sisi bisnis, Bapak Nguyen Anh Duong mendorong mereka untuk secara proaktif memahami tren transformasi digital dan memanfaatkan kebijakan dukungan terkait pajak, biaya, dan suku bunga. Bisnis perlu mengintegrasikan faktor-faktor ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) ke dalam strategi bisnis mereka, mengembangkan ekonomi sirkular, dan mencari opsi mobilisasi keuangan untuk transformasi hijau.
Sementara itu, Bapak Le Hong Viet, Direktur Jenderal FPT Smart Cloud, mengatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan pengalaman pelanggan. Menurut laporan IBM, AI telah membantu 35% bisnis meningkatkan pendapatan setidaknya 5%, dan teknologi ini menjanjikan revolusi dalam produktivitas tenaga kerja, mempersingkat kecepatan pengambilan keputusan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan di bisnis-bisnis Vietnam.
Bisnis Vietnam dapat keluar dari zona nyaman mereka dan menjelajahi area bisnis baru berkat aplikasi AI.
Selain itu, Generative AI (GenAI) menjanjikan revolusi produktivitas tenaga kerja di setiap bisnis. Menurut para ahli, GenAI akan menjadi penggerak pasar dan keunggulan kompetitif inti bisnis di era digital.
Para ahli sepakat bahwa, untuk berkembang secara berkelanjutan, bisnis perlu berinovasi secara proaktif dalam manajemen, menerapkan teknologi, dan memanfaatkan peluang dari tren ekonomi baru. Kombinasi upaya bisnis dan kebijakan dukungan pemerintah akan menjadi kunci untuk membantu Vietnam mengatasi tantangan dan meraih kesuksesan besar di masa depan.
Sinar bulan
[iklan_2]
Source: https://doanhnghiepvn.vn/chuyen-doi-so/kinh-te-so/doanh-nghiep-ung-dung-ai-de-thoat-khoi-vung-an-toan/20241018100430535
Komentar (0)