Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Perjalanan Aswan Mesir: Perjalanan untuk menemukan tanah Sungai Nil

Aswan, sebuah kota yang terletak di Mesir selatan, dikenal sebagai mutiara Sungai Nil. Dengan lanskap alamnya yang memukau, warisan budaya yang unik, dan sejarah yang kaya, wisata Aswan selalu menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menjelajahi sisi lain Mesir selain piramida atau Sphinx. Perjalanan wisata Aswan menawarkan pengalaman budaya yang kaya, mulai dari kuil-kuil kuno hingga desa-desa Nubia yang penuh warna.

Việt NamViệt Nam24/12/2024

1. Temukan keindahan Sungai Nil saat bepergian ke Aswan

Pariwisata Aswan tidak dapat dipisahkan dari Sungai Nil (Sumber foto: Dikumpulkan)

Perjalanan ke Aswan tak terpisahkan dari Sungai Nil – jiwa dan raga wilayah ini. Pelayaran di Sungai Nil membawa pengunjung melintasi lanskap spektakuler, mulai dari pegunungan gurun yang gersang hingga pulau-pulau yang rimbun. Naik perahu felucca tradisional adalah cara yang tepat untuk menikmati suasana damai dan menyaksikan matahari terbenam yang indah.

Aswan juga terkenal dengan Pulau Elephantine, yang dulunya merupakan pusat perdagangan yang ramai di Mesir kuno. Pulau ini merupakan tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah dan budaya, dengan reruntuhan kuno seperti Kuil Khnum dan ukiran batu.

2. Kuil kuno yang terkenal saat bepergian ke Aswan

Kuil Philae (Sumber foto: Dikumpulkan)

Salah satu daya tarik wisata Aswan adalah Kuil Philae, yang dibangun untuk menghormati dewi Isis. Kuil Philae tidak hanya terkenal karena arsitekturnya yang indah, tetapi juga karena relokasinya pada abad ke-20. Ketika Bendungan Aswan dibangun, kuil tersebut dipindahkan sepenuhnya ke Pulau Agilkia untuk menghindari banjir.

Kuil Abu Simbel juga wajib dikunjungi. Dibangun pada masa pemerintahan Firaun Ramses II, kuil ini merupakan bukti kekuatan dan kreativitas bangsa Mesir kuno. Dua patung kolosal di pintu masuk kuil, beserta ruangan-ruangan besar di dalamnya, memberikan rasa takjub bagi siapa pun yang berkunjung.

3. Budaya Nubia yang unik dalam rencana perjalanan Aswan

Sebuah desa Nubia (Sumber foto: Dikumpulkan)

Berwisata ke Aswan bukan hanya tentang menjelajahi reruntuhan kuno, tetapi juga mempelajari budaya unik masyarakat Nubia. Desa-desa Nubia dengan rumah-rumah berwarna-warni menjadi daya tarik budaya tersendiri di daerah ini. Masyarakat Nubia terkenal akan keramahan dan kekayaan seni rakyatnya.

Kunjungan ke desa Nubia di Pulau Soheil menawarkan wawasan tentang kehidupan sehari-hari komunitas ini. Anda dapat mengikuti kelas tembikar tradisional, mencicipi kuliner lokal, dan mendengarkan kisah lisan penduduk setempat.

4. Pentingnya Bendungan Aswan bagi pariwisata Aswan

Bendungan Aswan adalah salah satu karya besar abad ke-20 (Sumber foto: Dikumpulkan)

Bendungan Aswan adalah salah satu keajaiban teknik terbesar abad ke-20, memainkan peran penting dalam mengendalikan aliran Sungai Nil dan menyediakan energi bagi seluruh Mesir. Saat berkunjung ke Aswan, wisatawan sering mengunjungi bendungan tersebut untuk mempelajari makna ekonomi dan sosialnya.

Danau Nasser, yang terbentuk setelah bendungan dibangun, merupakan keajaiban buatan manusia yang luar biasa dengan ekosistem yang beragam. Danau ini juga ideal untuk memancing atau berperahu, memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

5. Belanja dan kuliner unik di tur Aswan

Pasar Aswan (Sumber foto: Dikumpulkan)

Wisata Aswan juga menarik karena pasar tradisional dan kuliner lokalnya yang unik. Pasar Aswan (Souq) adalah tempat Anda dapat menemukan segalanya, mulai dari kerajinan tangan, rempah-rempah, hingga kain tenun tangan yang berwarna-warni. Pasar ini menghadirkan suasana ramai yang kaya akan budaya lokal.

Kuliner Aswan mencerminkan perpaduan budaya Arab dan Nubia. Pengunjung wajib mencicipi hidangan khas seperti ful medames (semur kacang), kushari (hidangan yang terbuat dari nasi, lentil, dan mi), serta hidangan laut segar dari Sungai Nil.

6. Waktu yang ideal untuk bepergian ke Aswan

Waktu terbaik untuk berwisata ke Aswan adalah pada bulan Oktober hingga April (Sumber foto: Collected)

Waktu terbaik untuk mengunjungi Aswan adalah dari Oktober hingga April, ketika cuaca lebih sejuk dan lebih nyaman daripada bulan-bulan musim panas yang terik. Musim dingin di Aswan menawarkan iklim yang nyaman untuk mengunjungi monumen-monumen luar ruangan dan berpartisipasi dalam aktivitas di Sungai Nil.

Bagi para pecinta festival, Februari adalah waktu yang tepat untuk menghadiri festival cahaya Abu Simbel, ketika sinar matahari menyinari langsung patung-patung di dalam kuil. Ini adalah fenomena astronomi unik yang hanya terjadi dua kali setahun.

7. Catatan penting saat bepergian ke Aswan

Saat berwisata ke Aswan, pengunjung harus siap menghadapi iklim gurun. Topi, tabir surya, dan air minum adalah barang wajib. Selain itu, pilihlah jasa tur yang tepercaya untuk menjamin keamanan dan pengalaman terbaik.

Wisata Aswan menawarkan perpaduan sempurna antara alam, sejarah, dan budaya. Perjalanan menjelajahi kota ini tak hanya akan meninggalkan kenangan tak terlupakan, tetapi juga membantu Anda menyelami keindahan dan keragaman peradaban Mesir.

Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/du-lich-aswan-ai-cap-v16375.aspx


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat
Close-up 'monster baja' yang memamerkan kekuatan mereka di A80

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk