Bapak To Chinh Nghia berbagi tentang kesejahteraan sejati bagi keluarga - Foto: T.DIEU
Rasanya tak masuk akal bila Tn. To Chinh Nghia, mantan CEO Samsung Vina Electronics North and Central, seorang pengusaha, menasihati orang-orang agar tidak mengejar tujuan menjadi kaya dalam bentuk uang.
Tampaknya lebih membingungkan ketika ia membagikan ini pada peluncuran buku The Prosperous Family karya James E. Hughes, JR., Susan E. Massenzio, Keith Whitaker, yang baru-baru ini diterbitkan oleh Dan Tri Publishing House dan Times Biz, BeaconMedia.
Pembicaraan peluncuran buku tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak diskusi yang berlangsung sepanjang 29 Juni, dalam rangka Festival Budaya Keluarga yang diselenggarakan oleh Science and Times Publishing Joint Stock Company (Times) di Museum Wanita Vietnam.
Kemakmuran tidak berarti uang
Menurut penjelasan Bapak Nghia, nasihatnya tidak bertentangan dengan tujuan bersama banyak orang, yakni meraih kesejahteraan dan kekayaan bagi keluarga mereka.
Namun, perlu memahami kata kemakmuran dan kekayaan dengan benar.
Tuan Nghia percaya bahwa ketika kita bebas secara finansial, kita harus memandang nilai-nilai keluarga sebagai sesuatu yang berjangka panjang dan lebih berharga daripada sekadar uang.
Oleh karena itu, modal finansial seharusnya hanya menjadi sarana bagi pencapaian tujuan akhir kita yaitu mencapai kualitas hidup yang lebih baik, yakni memahami dan mengamalkan kehidupan yang lebih baik.
Sebagai penulis pengantar buku Kemakmuran Keluarga versi bahasa Vietnam, Bapak Nghia sangat menyukai konsep kemakmuran yang dikemukakan oleh ketiga penulis tersebut. Kemakmuran di sini bukan berarti uang.
Uang hanyalah bagian kelima yang paling tidak penting dari kebahagiaan.
Kemakmuran adalah konsep yang mencakup berbagai sumber modal keluarga: modal manusia, modal warisan, modal relasional, modal struktural dan modal sosial, dikombinasikan dengan nilai kuantitatif: modal finansial.
Oleh karena itu, kemakmuran sejati dan sempurna adalah kebahagiaan. Kemakmuran sempurna lebih dari sekadar uang.
Untuk menjaga kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang, penting untuk membuat anggota keluarga menjadi pengelola keuangan yang lebih baik.
Tapi itu bukan masalah utamanya. Itu hanya seperlima dari tugas, dan bagian kelima yang paling tidak penting untuk mencapai kebahagiaan.
Oleh karena itu, Bapak Nghia memberikan nasihat: ajari anak-anak Anda tentang tujuan kebahagiaan - kesejahteraan penuh, jangan hanya ajari mereka tentang tujuan menghasilkan uang dan menjadi kaya.
Modal finansial hanyalah sarana untuk mengejar tujuan-tujuan lain, seperti keamanan, kenyamanan, kesehatan, pengalaman-pengalaman yang bermakna…
Modal kualitatif seperti modal manusia, modal warisan, modal relasional, modal struktural, dan modal sosial merupakan sarana sekaligus tujuan. Modal-modal inilah yang mendorong kesejahteraan holistik sejati bagi keluarga Anda.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/dung-day-con-muc-tieu-kiem-tien-hay-day-con-deo-duoi-hanh-phuc-20240629204154553.htm
Komentar (0)