ANTD.VN - Vietnam mengimpor banyak batu bara dari Indonesia, terutama untuk pembangkit listrik tenaga termal. Mulai besok (1 Maret), harga ekspor batu bara dari pasar ini akan disesuaikan.
Vietnam mengimpor batu bara terutama dari Indonesia. |
Kantor Perdagangan Vietnam di Indonesia mengatakan bahwa mulai 1 Maret, Indonesia akan menyesuaikan kebijakan manajemennya mengenai harga ekspor batubara dengan tujuan memperkuat kontrol negara atas semua transaksi penjualan batubara internasional.
Berdasarkan peraturan baru, Indonesia akan menggunakan harga acuan batu bara minimum yang dikeluarkan pemerintah yang berlaku untuk semua transaksi penjualan batu bara internasional oleh eksportir batu bara Indonesia.
Perusahaan eksportir wajib menetapkan harga jual batu bara untuk kontrak dagangnya berdasarkan harga minimum yang ditetapkan pemerintah, yang diterbitkan secara berkala dua kali sebulan (tanggal 1 dan 15 setiap bulan). Apabila perusahaan melanggar peraturan ini, mereka dapat dikenakan denda administratif dan pencabutan izin usaha ekspor batu bara.
Saat ini, Indonesia hanya menggunakan harga standar (HCA) yang dikeluarkan pemerintah setiap bulan sebagai dasar perhitungan pajak sumber daya untuk kontrak ekspor.
Untuk kontrak penjualan batu bara jangka panjang yang telah ditandatangani, perusahaan eksportir diperbolehkan mempertahankan komitmen harga kontraktualnya. Namun, pemerintah Indonesia meminta perusahaan eksportir untuk menyesuaikan harga batu bara sesuai peraturan baru jika kontrak mengizinkannya.
Berdasarkan Harga Patokan (HPP) pada Februari 2025, harga batubara HPP ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebesar 34,38 dolar AS/metrik ton untuk batubara kalori rendah; 124,24 dolar AS/metrik ton untuk batubara kalori tinggi. Harga pagu batubara yang diterapkan sesuai kewajiban pasar domestik untuk dijual ke pembangkit listrik adalah 70 dolar AS/metrik ton dan 90 dolar AS/metrik ton untuk beberapa sektor produksi industri.
Dengan kebijakan pengelolaan harga batubara yang baru, Indonesia ingin meningkatkan pengaruhnya di pasar batubara internasional, memainkan peran yang menentukan, dan memengaruhi harga batubara internasional, alih-alih hanya terpengaruh secara pasif oleh harga batubara internasional seperti di masa lalu ketika pada tahun 2024 negara ini memproduksi hingga 831,05 juta ton, yang mana 434,11 juta ton di antaranya diekspor.
Indonesia merupakan salah satu pasar impor batu bara utama Vietnam pada tahun 2024 dengan omzet impor hingga 2,49 miliar dolar AS. Vietnam mengimpor batu bara terutama untuk pembangkit listrik tenaga termal. Perubahan harga batu bara Indonesia disebut-sebut akan berdampak signifikan terhadap para importir.
[iklan_2]
Source: https://www.anninhthudo.vn/gia-than-xuat-khau-cua-indonesia-dieu-chinh-tu-ngay-mai-1-3-post604739.antd
Komentar (0)