Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Membantu orang lain juga berarti membantu diri sendiri.

Việt NamViệt Nam19/07/2024


Berlangsung di tengah percepatan perluasan pengaruh banyak negara di kawasan ini, Pertemuan Pemimpin Kepulauan Pasifik ke-10 (PALM) menghadirkan peluang bagi Jepang untuk meningkatkan suara dan kedudukannya di antara negara-negara kepulauan di kawasan tersebut.

Hội nghị các nhà lãnh đạo quốc đảo Thái Bình Dương: Giúp người cũng là giúp mình
Para delegasi yang menghadiri Konferensi Pemimpin Negara-Negara Kepulauan Pasifik . (Sumber: japan.kantei.go.jp)

Pada tanggal 16 Juli, di Tokyo, Perdana Menteri Kishida Fumio menyambut perwakilan dari 18 negara anggota Forum Kepulauan Pasifik (PIF) yang menghadiri PALM 10. Konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini berfokus pada isu-isu penting yang memengaruhi kawasan tersebut, mulai dari penguatan keamanan hingga mencari cara untuk menanggapi, mengurangi, dan beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin parah.

Dalam pidato pembukaan konferensi tersebut, Perdana Menteri Kishida Fumio menyatakan bahwa Jepang dan negara-negara anggota “telah bekerja sama erat untuk mengatasi tantangan bersama, seperti perubahan iklim dan penanggulangan bencana.” Ia juga menegaskan bahwa “seiring kita beradaptasi bersama dengan perubahan keadaan, Tokyo akan terus bergerak maju bersama negara-negara dan wilayah kepulauan Pasifik.”

Jepang memiliki hubungan historis dengan negara-negara kepulauan Pasifik. Selama lebih dari dua dekade, sejak konferensi pertama dengan negara-negara kepulauan Pasifik pada tahun 1997, Tokyo secara konsisten mempertahankan kebijakan untuk mendukung negara-negara ini di berbagai bidang, mulai dari keamanan maritim hingga perawatan kesehatan, pendidikan, dan adaptasi perubahan iklim. Kebijakan ini telah membantu Tokyo memperluas pengaruhnya, meningkatkan citranya, dan meningkatkan kepentingan nasional di kawasan yang semakin menarik ini.

Selain itu, Jepang sendiri membutuhkan kerja sama yang lebih substantif dan efektif dengan negara-negara di kawasan ini untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, sebuah masalah yang tidak dapat ditangani oleh satu negara saja. Secara khusus, mengingat negara-negara kepulauan Pasifik menghadapi bencana alam yang parah akibat perubahan iklim, bahkan beberapa di antaranya berisiko tenggelam, negara-negara ini, seperti Jepang, juga membutuhkan kerja sama yang tulus berdasarkan prinsip "membantu orang lain berarti membantu diri sendiri."

Mengingat kenyataan ini, salah satu isu yang akan dibahas secara mendalam oleh Perdana Menteri Kishida dengan negara-negara anggota adalah pembuangan air limbah olahan dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima. Pada November 2023, para pemimpin negara-negara kepulauan tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan “keprihatinan mendalam” tentang pembuangan air limbah radioaktif oleh Jepang. Menurut kantor berita Prancis AFP , berbicara sebelum upacara pembukaan konferensi, Perdana Menteri Kishida mengatakan bahwa Jepang dan 18 negara anggota “telah bekerja sama erat untuk mengatasi tantangan bersama, seperti perubahan iklim dan penanggulangan bencana,” dan menegaskan bahwa Tokyo “terus mendukung negara-negara dan wilayah di kawasan Pasifik”…

Namun, dalam memperluas kerja sama dengan negara-negara kepulauan di kawasan tersebut, Tokyo juga menghadapi persaingan yang semakin sengit dari kekuatan-kekuatan besar, khususnya peran dan pengaruh Tiongkok. Banyak pengamat percaya bahwa Jepang masih memiliki beberapa keunggulan signifikan. Pertama , dari segi pendekatan, sebelum menawarkan paket bantuan apa pun, Jepang selalu dengan cermat mempelajari apa yang sebenarnya diinginkan oleh mitranya dan bagaimana memberikan dukungan yang efektif, mengikuti prinsip "tidak memberi ikan, tetapi memberi alat pancing." Kedua, Jepang memiliki potensi ekonomi yang kuat dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang maju, terutama di bidang pemantauan, peringatan, dan penanggulangan bencana alam dan perubahan iklim.

Jelaslah, PALM 10 merupakan forum penting dan kesempatan yang baik bagi Jepang dan negara-negara lain untuk melanjutkan diskusi mendalam, mengusulkan langkah-langkah praktis dan efektif untuk mengatasi tantangan bersama di bidang keamanan, ekonomi, dan perubahan iklim, serta memperkuat kerja sama untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan dan di setiap negara.

Sumber: https://baoquocte.vn/hoi-nghi-cac-nha-lanh-dao-quoc-dao-thai-binh-duong-giup-nguoi-cung-la-giup-minh-279262.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Festival lempar bola yang menyenangkan

Festival lempar bola yang menyenangkan

Lukisan pernis yang semarak

Lukisan pernis yang semarak

Panen buah kesemek yang melimpah.

Panen buah kesemek yang melimpah.