
Lokakarya tersebut menarik hampir 100 delegasi, termasuk ilmuwan , pakar, dan perwakilan dari berbagai organisasi bergengsi seperti: Departemen Sains, Teknologi, Pelatihan dan Lingkungan (Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata); Asosiasi Manajemen Pariwisata Korea; lembaga penelitian, universitas, perguruan tinggi; bisnis dan perusahaan teknologi.
Lokakarya tersebut menerima puluhan makalah dari para ilmuwan dan ahli tentang penerapan AI dalam pelatihan pariwisata di sekolah. Presentasi-presentasi tersebut berfokus pada analisis integrasi AI dalam pendidikan pariwisata saat ini.
Sebagian besar delegasi sepakat tentang efektivitas dan kepraktisan penerapan AI dalam pengajaran di sekolah-sekolah pariwisata. Namun, para ahli juga mencatat bahwa penerapan AI di bidang ini di Vietnam masih dalam tahap awal dan baru diimplementasikan di beberapa sekolah besar di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh.
Oleh karena itu, dalam periode mendatang, perluasan penerapan AI dalam pelatihan di semua sekolah pariwisata di seluruh negeri sangat diperlukan. Hal ini tidak hanya akan menghemat waktu pelatihan tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia setelah lulus.

Dalam seminar tersebut, Dr. Nguyen Doan Thanh, Rektor Sekolah Tinggi Pariwisata Nha Trang, menekankan: Industri pariwisata sedang mengalami perubahan besar, dengan kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) di setiap aspek, mulai dari pemasaran dan pemesanan hingga pengalaman dan pelayanan pelanggan.
Namun, Bapak Thanh secara jujur menunjukkan kesenjangan signifikan antara penerapan AI yang kuat oleh bisnis pariwisata dan sistem pelatihan sumber daya manusia yang tertinggal. Kesenjangan ini bukan hanya dalam hal infrastruktur, tetapi juga dalam pola pikir, metode, dan isi pelatihan.
Nha Trang Tourism College berkomitmen pada inovasi pendidikan, tetapi tetap teguh pada filosofinya bahwa "Teknologi adalah sarana, manusia adalah tujuan akhir." AI seharusnya menjadi alat untuk mendukung instruktur, bukan pengganti peran guru dalam menginspirasi dan membimbing.

Lokakarya ini menyediakan forum penting di mana para ahli dapat berbagi pengalaman berharga dalam menerapkan AI untuk pelatihan pariwisata. Lokakarya ini juga menjadi kesempatan untuk membahas solusi praktis guna menjembatani kesenjangan antara teori pelatihan dan praktik industri.
Yang lebih penting lagi, acara ini juga berfungsi sebagai landasan untuk membangun jaringan kerja sama yang berkelanjutan dan saling terkait erat antara lembaga pelatihan, bisnis, dan organisasi penelitian, yang semuanya bekerja menuju masa depan yang berkelanjutan bagi industri pariwisata.
Sumber: https://baovanhoa.vn/nhip-song-so/hoi-thao-ung-dung-ai-vao-dao-tao-nhan-luc-du-lich-147712.html








Komentar (0)