Pada tanggal 6 Januari, pasukan Houthi mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap kapal induk AS USS Harry S. Truman di Laut Merah.
"Pasukan rudal dan pesawat nirawak Yaman melancarkan operasi militer gabungan, menyerang kapal induk USS Harry S. Truman di Laut Merah utara dengan dua rudal jelajah dan empat pesawat nirawak," demikian diumumkan juru bicara Houthi, Yahya Saree, di Yaman, menurut kantor berita TASS hari ini, 7 Januari, mengutip informasi dari saluran TV Al Masirah tentang pasukan ini.
Kapal induk AS USS Harry S. Truman
Menurut Bapak Saree, serangan Houthi terjadi ketika kelompok penyerang kapal induk AS sedang bersiap untuk menyerang wilayah Yaman yang dikuasai Houthi. "Operasi ini membantu menggagalkan serangan tersebut," tegas Bapak Saree.
Saat ini tidak ada informasi tentang tanggapan militer AS terhadap pernyataan Houthi.
Setelah konflik Hamas-Israel meningkat di Jalur Gaza pada Oktober 2024, Houthi memperingatkan bahwa mereka akan menyerang wilayah Israel dan kapal-kapal terkait Israel yang melintasi Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb hingga Tel Aviv menghentikan operasi militernya terhadap Hamas di Gaza. Sejak November 2024, Houthi telah menyerang puluhan kapal sipil di Laut Merah dan Teluk Aden, menurut TASS.
Presiden Biden mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran?
Sebagai tanggapan, Amerika Serikat dan sekutunya meluncurkan kampanye untuk memastikan kebebasan navigasi dan keselamatan lalu lintas laut di Laut Merah.
Pasukan AS dan Inggris kemudian memulai serangan gabungan terhadap posisi yang dikuasai Houthi di beberapa kota Yaman, menggunakan pesawat terbang, kapal perang, dan kapal selam untuk menargetkan lokasi rudal Houthi, pesawat tak berawak, dan sistem navigasi radio.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/houthi-tan-cong-phu-dau-tau-san-bay-my-o-bien-do-185250107111925419.htm
Komentar (0)