SGGPO
Pemindahan Covid-19 dari penyakit menular golongan A ke golongan B hanyalah perubahan pembayaran biaya pengobatan, sedangkan tata cara dan regimen pengobatan Covid-19 tetap sama.
Pada sore hari tanggal 14 Juni, dalam sebuah diskusi tentang komunikasi medis, Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Thi Lien Huong mengatakan bahwa untuk epidemi Covid-19, ketika berubah dari penyakit menular golongan A menjadi golongan B, pengobatan untuk pasien Covid-19 tidak lagi gratis, tetapi jika pasien memiliki kartu asuransi kesehatan, mereka akan dibayar sesuai dengan peraturan asuransi kesehatan.
"Ini hanyalah perubahan pembayaran, sementara rejimen dan metode pengobatan Covid-19 tetap sama, terlepas dari apakah epidemi tersebut termasuk golongan A atau B," tegas Wakil Menteri Nguyen Thi Lien Huong, seraya menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kehakiman sedang menyarankan Perdana Menteri untuk memutuskan pemindahan Covid-19 dari golongan A ke golongan B, yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Juni ini.
Asuransi kesehatan akan menanggung biaya pengobatan Covid-19 ketika penyakit ini berubah menjadi penyakit golongan B |
Sementara itu, Bapak Phan Trong Lan, Direktur Departemen Kedokteran Pencegahan, mengatakan bahwa sistem pengawasan penyakit menular Vietnam selalu memantau situasi epidemi secara sinkron. Oleh karena itu, ketika Covid-19 dipindahkan dari golongan A ke golongan B, berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, klasifikasi utamanya didasarkan pada patologi. Di Vietnam, epidemi di golongan A terutama dicegah dengan langkah-langkah administratif sosial, ketika dipindahkan ke golongan B, kegiatan pengendalian administratif sosial dihilangkan. Dengan kata lain, jika berada di golongan A, selain sektor kesehatan, akan ada kementerian dan sektor yang berpartisipasi dalam penanggulangan epidemi, tetapi ketika dipindahkan ke golongan B, sektor kesehatanlah yang terutama menerapkan langkah-langkah pencegahan.
Menurut Kementerian Kesehatan, dalam 6 bulan pertama tahun 2023, seluruh negeri mencatat lebih dari 85.000 kasus Covid-19. Rata-rata, negara kita memiliki 17.000 kasus per bulan, turun 8,5 kali lipat dibandingkan tahun 2021 dan turun 48 kali lipat dibandingkan tahun 2022. Seluruh negeri juga mencatat 20 kematian akibat Covid-19, dengan angka kematian turun tajam menjadi 0,02% (pada tahun 2021 sebesar 1,86%, pada tahun 2022 sebesar 0,1%). Seluruh negeri juga telah memvaksinasi lebih dari 226 juta dosis vaksin Covid-19 dari semua jenis. Tingkat vaksinasi dosis dasar 1,4 kali lipat lebih tinggi daripada rata-rata dunia. Tingkat vaksinasi booster 2 kali lipat lebih tinggi daripada rata-rata dunia.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)