
Hasrat dan daya tarik makanan manis serta camilan dapat menggagalkan rencana penurunan berat badan banyak orang - Foto: FREEPIK
Menurut SciTechDaily , dengan strategi ngemil yang tepat, peserta dalam sebuah studi selama setahun berhasil menurunkan berat badan lebih banyak, mempertahankannya dalam jangka waktu lebih lama, dan mengalami lebih sedikit keinginan untuk makan, terutama makanan manis dan bertepung.
Mengonsumsi camilan dengan cara yang tepat adalah strategi penurunan berat badan.
Hasrat dan daya tarik makanan manis serta makanan cepat saji dapat menggagalkan rencana penurunan berat badan banyak orang. Namun, penelitian baru dari Universitas Illinois menawarkan perspektif baru, membantu mengurangi tekanan untuk berdiet.
Menurut para ilmuwan , ngemil dan mengonsumsi makanan manis sebenarnya bisa menjadi "salah satu cara paling cerdas untuk menurunkan berat badan," membantu mempertahankan hasil dan mengendalikan keinginan makan.
Dalam uji klinis baru-baru ini, peserta yang mengonsumsi sedikit makanan favorit mereka kehilangan lebih banyak berat badan daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.
Yang lebih mengesankan lagi, tingkat nafsu makan mereka tetap rendah selama setahun setelah diet berakhir.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Physiology and Behavior ini dipimpin oleh mahasiswa pascasarjana saat itu, Nouf W. Alfouzan, dan profesor nutrisi Manabu T. Nakamura.
"Kami merekrut pasien obesitas berusia 18 hingga 75 tahun yang juga memiliki kondisi penyerta seperti hipertensi dan diabetes," kata Nakamura.
"Nafsu makan berlebihan adalah masalah besar bagi banyak orang. Jika mereka sangat menginginkan makanan tertentu, sangat sulit untuk menurunkan berat badan. Bahkan jika mereka berhasil mengendalikan nafsu makan dan menurunkan berat badan, jika nafsu makan itu kembali, mereka akan menambah berat badan lagi."
Cara efektif untuk mengendalikan nafsu makan
Dalam penelitian sebelumnya, banyak pelaku diet melaporkan penurunan nafsu makan selama penurunan berat badan. Namun, menurut Nakamura dan Alfouzan, masih belum jelas apakah perubahan ini berlanjut setelah mereka menurunkan berat badan atau berhenti berdiet.
"Jika Anda makan dan ngemil secara sembarangan, sangat sulit untuk mengontrolnya," kata Nakamura. "Banyak program diet mengecualikan makanan tertentu. Tetapi rencana kami menggunakan strategi 'inklusi'—menggabungkan sejumlah kecil makanan favorit ke dalam makanan yang seimbang."
Setiap enam bulan, peserta mengisi survei tentang keinginan mereka terhadap makanan tertentu.
Makanan-makanan ini meliputi makanan tinggi lemak seperti sosis dan ayam goreng, makanan cepat saji seperti hamburger dan kentang goreng, makanan manis seperti kue dan biskuit, serta makanan bertepung seperti kerupuk dan panekuk.
Tim peneliti menemukan bahwa mengonsumsi sedikit makanan favorit membantu mengurangi keinginan makan secara keseluruhan, terutama untuk kelompok makanan tertentu seperti makanan manis dan karbohidrat. Efek ini bertahan bahkan setelah fase penurunan berat badan berakhir.
Menjaga rutinitas makan yang teratur juga merupakan kunci untuk mengendalikan keinginan makan dan berat badan, tambah Nakamura.
"Orang sering berpikir Anda membutuhkan kemauan yang sangat kuat untuk menahan godaan, tetapi sebenarnya tidak demikian. Kebiasaan makan yang tidak teratur, waktu makan yang tidak konsisten, dan ukuran porsi yang tidak konsisten juga dapat memicu keinginan makan. Anda harus menjaga konsistensi dalam waktu makan Anda."
Sumber: https://tuoitre.vn/lam-cach-nao-de-an-vat-ma-van-giam-can-duoc-20250526124535962.htm








Komentar (0)