Tergantung pada kondisi tertentu, setiap keluarga akan menyiapkan persembahan yang berbeda untuk Dewa Dapur. Persembahan ini tidak harus terlalu mewah atau rumit, tetapi yang terpenting adalah ketulusan dan rasa hormat saat melaksanakan upacara.
Tergantung pada keadaan keluarga dan budaya setempat, masing-masing keluarga dapat menyiapkan persembahan gurih atau vegetarian (dengan sirih dan pinang, bunga, buah-buahan, kertas emas dan perak...) untuk melepas Dewa Dapur.
Di Utara, orang-orang biasanya memuja Ong Cong Ong Tao mulai sekitar tanggal 20 Desember dan paling lambat sebelum pukul 12 siang pada tanggal 23 Desember. Orang Utara percaya bahwa setelah pukul 12 siang pada tanggal 23 Desember, Ong Tao telah pergi ke surga.
Nampan persembahan tradisional Utara untuk Dewa Dapur akan berisi hidangan dasar berikut ini:
1 piring nasi, 1 piring garam
1 ekor ayam rebus, potong dadu cabai atau mawar (bisa diganti dengan daging babi rebus atau bebek panggang)
1 mangkuk sup jamur atau sup rebung
1 piring tumis campur
1 piring ham goreng, sosis atau jeli daging
1 piring nasi ketan dengan buah gac
1 piring sup manis
Ikan mas (hidup atau digoreng), karena menurut kepercayaan, ikan mas merupakan kendaraan Dewa Dapur menuju surga.
Jika ikan masnya hidup, setelah dipersembahkan, orang akan membawanya ke sungai atau aliran air untuk dilepaskan.
Orang Selatan biasanya menyembah Dewa Dapur pada malam hari, antara pukul 20.00 dan 23.00 pada tanggal 23 Desember. Pada waktu inilah kegiatan memasak dihentikan agar tidak mengganggu Dewa Dapur.
Nampan persembahan untuk Dewa Dapur di Selatan berisi hidangan utama seperti lumpia, lumpia babi, banh chung, acar bawang, ayam rebus... dengan sepiring kacang dan permen wijen hitam. Di Selatan, orang tidak mempersembahkan ikan mas, juga tidak mempersembahkan topi atau pakaian ibadah.
Masyarakat di wilayah Tengah menyembah Dewa Dapur pada tanggal 23 Desember dan menganggap hari libur ini sangat serius.
Nampan persembahan di wilayah Tengah tidak berisi pakaian, topi, atau kertas nazar untuk Dewa Dapur seperti di wilayah Utara, tetapi masyarakat wilayah Tengah sering mempersembahkan kuda kertas dengan pelana penuh, membakar kertas nazar, dan mempersembahkan berbagai persembahan lainnya. Selain hidangan dasar, nampan juga harus berisi tuna atau makerel.
Tanggal berapa Festival Dewa Dapur 2024?
Festival Ong Cong Ong Tao jatuh pada tanggal 23 Desember setiap tahun. Pada perayaan ini, keluarga-keluarga sering menyiapkan pesta untuk mengantarkan Ong Cong Ong Tao ke surga.
Para ahli menyarankan tanggal dan waktu yang baik untuk beribadah Ong Cong Ong Tao pada tahun 2024
Banyak orang bertanya-tanya hari dan waktu apa yang tepat untuk memuja Ong Cong Ong Tao di tahun 2024. Mari kita simak saran para ahli mengenai hari dan waktu yang baik untuk mendatangkan rezeki dan keberuntungan bagi pemilik rumah.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)