Implan gigi dianggap sebagai metode optimal untuk mengembalikan gigi yang hilang, memberikan kemampuan mengunyah dan estetika bagi pasien. Namun, jika dilakukan secara tidak tepat atau menggunakan bahan berkualitas buruk, pasien dapat mengalami komplikasi seperti nyeri berkepanjangan, infeksi, dan bahkan pengeroposan tulang rahang. Oleh karena itu, Klinik Gigi Thegioiimplant.com telah memelopori penerapan teknologi baki pemosisian digital DSG (Digital Surgical Guide).
Berbeda dengan metode tradisional, di mana dokter gigi harus membuat sayatan pada gusi dan menentukan posisi implan terutama berdasarkan pengalaman klinis, teknik DSG memungkinkan seluruh prosedur implan direncanakan di komputer berdasarkan data CT Conebeam 3D. Kemudian, baki pemosisian yang dipersonalisasi diproduksi menggunakan teknologi cetak 3D, dengan lubang panduan presisi untuk menempatkan implan pada posisi, arah, dan kedalaman yang telah ditentukan.
Dr. Vo Ta Dung, Direktur Klinik Gigi Thegioiimplant.com, mengatakan: “Berkat aplikasi ini, proses implantasi sangat akurat, tidak memerlukan sayatan gusi, minim pendarahan, dan cepat sembuh. Waktu operasi rata-rata hanya sekitar 5 menit per implan, dan dalam banyak kasus gigi sementara pasien dapat direstorasi hanya dalam 48 jam. Di saat yang sama, teknologi ini juga membantu menjaga struktur anatomi, sehingga mencegah kerusakan saraf atau sinus maksilaris.”

Salah satu kasusnya adalah pasien yang telah memasang 12 implan di klinik gigi tetapi mengalami komplikasi berupa nyeri berkepanjangan dan tidak dapat mengunyah. Dr. Vo Ta Dung melakukan pemindaian CT Conebeam 3D, menganalisis data, dan menyusun rencana perawatan menggunakan perangkat lunak digital. Implan lama dilepas di seluruh rahang atas dan diganti dengan 6 implan yang dipasang melalui baki pemosisian DSG. Hanya dalam 5 hari, pasien langsung mendapatkan restorasi gigi, memulihkan fungsi mengunyah, dan menghilangkan rasa sakit.

Penerapan tray pemosisian DSG yang inovatif telah membantu Klinik Gigi Thegioiimplant.com mempersempit kesenjangan dengan negara-negara maju di bidang implan gigi. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas ilmiah dan keamanan perawatan, tetapi juga berkontribusi dalam menetapkan standar baru untuk layanan implan di Vietnam.
Menurut Dr. Vo Ta Dung, sasarannya di masa mendatang adalah untuk terus menstandardisasi proses implan ke arah digital, memperluas penerapan teknologi baru, dan melatih tim dokter muda, agar dapat menghadirkan solusi perawatan komprehensif, aman, dan berkelanjutan bagi pasien.
Dokter Vo Ta Dung dikenal sebagai salah satu pakar terkemuka di bidang implan di Vietnam. Beliau lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi dan Bedah Maksilofasial, dan menempuh pendidikan di negara-negara maju seperti AS, India, Korea, dan Thailand. Hingga saat ini, beliau telah berhasil menangani lebih dari 5.000 kasus implan, termasuk banyak kasus sulit yang membutuhkan teknik tinggi seperti implan tulang pipi dan implan kupu-kupu untuk pasien dengan kehilangan tulang yang parah.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/mang-dinh-vi-ky-thuat-so-dinh-danh-linh-vuc-implant-post810599.html
Komentar (0)