Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menuduh Uni Eropa mencoba mendorong Rusia keluar dari Asia Tengah tetapi bersikeras upaya itu pasti akan gagal.
"Uni Eropa (UE) tidak menyembunyikan niatnya untuk membendung Rusia dengan segala cara dan mengusirnya dari Asia Tengah dan Kaukasus Selatan," ujar Lavrov dalam sebuah wawancara televisi pada 12 November. "Upaya-upaya ini sia-sia. Kami telah ada di sana sejak lama dan tidak akan lenyap."
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menghadiri konferensi pers di Pyongyang, Korea Utara, pada bulan Oktober. Foto: Reuters
Menteri luar negeri Rusia berbicara di sela-sela kunjungannya ke Kazakhstan minggu lalu, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan mitranya dari Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.
Perjalanan pemimpin Rusia ke Kazakhstan dilakukan seminggu setelah kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke negara itu, di mana pemimpin Prancis memuji negara yang "menolak tunduk pada tekanan dari kekuatan tertentu", merujuk pada Rusia.
Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Lavrov mengatakan bahwa pernyataan Presiden Macron "tidak standar, dalam istilah diplomatik ".
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengatakan bahwa negara-negara Barat berinvestasi di Asia Tengah dengan tujuan menggulingkan Rusia.
Negara-negara bekas republik Soviet di Asia Tengah berupaya mendiversifikasi kemitraan internasional mereka. Kawasan ini telah menyaksikan serangkaian aktivitas diplomatik dalam seminggu terakhir, termasuk kunjungan para pemimpin Turki dan Iran ke Uzbekistan.
Vu Hoang (Menurut AFP )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)