Orang tua dan siswa mendengarkan saran tentang belajar di luar negeri di AS
Pada pagi hari tanggal 22 Oktober, Organisasi Pendidikan Amerika (AEG) mengadakan seminar tentang studi di AS dengan topik bagasi dan biaya. Berbicara dengan Thanh Nien di sela-sela acara, Ibu Khuat Khai Hoan, pendiri Organisasi Pendidikan Amerika (AEG), memberikan informasi lebih lanjut tentang peluang beasiswa dan dukungan keuangan di negeri berlambang bintang dan garis-garis ini pada tahun 2024.
Universitas Amerika dalam kesulitan keuangan?
Menurut Ibu Hoan, dua tahun lalu, mahasiswa internasional berbondong-bondong kembali ke universitas-universitas Amerika setelah negara tersebut melonggarkan peraturan penerimaan mahasiswa pasca-Covid-19. Hal ini menyebabkan tingkat penerimaan di banyak universitas Amerika rendah karena banyaknya pendaftar, tetapi kuota universitas dibatasi hingga batas tertentu, sehingga menimbulkan banyak kesulitan bagi mahasiswa internasional Vietnam.
"Tahun ini, mahasiswa Vietnam menghadapi kesulitan lain: jumlah mahasiswa internasional yang datang ke AS telah menurun sekitar 1 juta orang, yang menyebabkan universitas-universitas tidak lagi memiliki sumber daya keuangan seperti sebelumnya. Hal ini berdampak langsung pada jumlah beasiswa, tingkat bantuan keuangan, dan persyaratan penerimaan karena banyak sekolah mengubah kebijakan beasiswa dan bantuan keuangan mereka untuk mahasiswa internasional, bahkan ada yang menguranginya hingga setengahnya," ujar Ibu Hoan.
Ibu Hoan juga menginformasikan bahwa untuk menerima dukungan dana dari sekolah berkualitas baik, orang tua harus memenuhi kapasitas keuangan sebesar 40.000-45.000 USD/tahun (981 juta-1,1 miliar VND), termasuk biaya sekolah dan biaya hidup anak-anak mereka. Namun, ada juga sekolah di negara bagian yang populasinya lebih sedikit seperti Alabama dan Kentucky yang membutuhkan kapasitas keuangan lebih rendah karena biaya sekolah di sana juga lebih rendah daripada rata-rata.
Ibu Khuat Khai Hoan, pendiri Organisasi Pendidikan Amerika AEG, mengatakan bahwa banyak universitas Amerika memberikan lebih sedikit beasiswa dan bantuan keuangan daripada sebelumnya.
Ibu Hoan tidak hanya meyakini bahwa jumlah pelajar Vietnam yang belajar di luar negeri di AS telah menurun secara signifikan, tetapi ia juga menunjukkan kenyataan lain: "kelebihan" informasi dan iklan, yang menyebabkan persentase orang tua dan siswa yang benar-benar memahami sekolah dan cara berinvestasi secara efektif dalam belajar di luar negeri menjadi rendah.
Membedakan antara beasiswa dan bantuan keuangan
Pada acara tersebut, Ibu Khuat Khai Hoan juga menjelaskan perbedaan antara beasiswa dan bantuan keuangan. Oleh karena itu, beasiswa (beasiswa berbasis prestasi) diberikan berdasarkan prestasi akademik siswa serta berbagai faktor lain seperti kegiatan ekstrakurikuler, kemampuan kepemimpinan, dan sebagainya. Beasiswa dapat diberikan untuk satu tahun atau studi penuh waktu di sekolah, dengan syarat siswa memenuhi persyaratan prestasi akademik.
Formulir aplikasi beasiswa mencakup nilai (indeks prestasi, nilai tes standar seperti SAT, nilai kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS, TOEFL, dll.) dan faktor pribadi (esai, surat rekomendasi, kegiatan ekstrakurikuler, wawancara sekolah, dll.). Untuk beasiswa, mahasiswa akan dievaluasi dan diberikan penghargaan secara otomatis jika memenuhi syarat, tanpa perlu mengisi formulir terpisah seperti formulir bantuan keuangan," jelas Ibu Hoan.
Bantuan keuangan diberikan berdasarkan kemampuan finansial keluarga siswa selama masa sekolah. Selain dokumen yang membuktikan kemampuan akademik siswa, permohonan bantuan keuangan juga harus menyertakan dokumen yang membuktikan pendapatan orang tua, bukti rekening tabungan bank, dan pengisian formulir terpisah sesuai persyaratan masing-masing sekolah.
Menurut para ahli, pelajar internasional Vietnam harus membedakan dengan jelas antara beasiswa dan bantuan keuangan agar memiliki strategi pendaftaran yang sesuai dengan keuangan keluarga mereka.
"Di SMA, sekolah-sekolah Amerika tidak menyediakan beasiswa, dan ada atau tidaknya bantuan keuangan bergantung pada sekolahnya. Di universitas, sekolah menyediakan beasiswa dan bantuan keuangan. Namun, untuk bantuan keuangan, sebagian besar sekolah swasta akan menyediakannya, sementara sekolah negeri tidak, karena mereka mengalokasikan anggaran ini untuk siswa domestik," ujar pakar studi di luar negeri tersebut.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang konsultasi studi di luar negeri, Ibu Hoan percaya bahwa dua faktor "kunci" yang membantu siswa meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing mendapatkan beasiswa dan dukungan finansial adalah esai yang mereka tulis sendiri dan surat rekomendasi dari guru.
Surat rekomendasi yang baik harus menilai kepribadian, sikap, hubungan di kelas, semangat kekeluargaan, dan kemampuan bekerja sama dalam tim siswa. Hal ini merupakan tantangan yang sulit bagi banyak guru, terutama di sekolah negeri. Di sisi lain, esai yang baik harus menunjukkan siapa siswa tersebut dan apakah ia memiliki kemampuan yang menyeluruh. Namun, ada unit konsultasi yang secara langsung menyunting atau bahkan menulis atas nama siswa. Ini merupakan kasus kecurangan dan jika ketahuan, sekolah akan menolak menerima siswa tersebut," Ibu Hoan memperingatkan.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)