Memanfaatkan cuaca sore yang sejuk, pada hari kedua "Festival Makanan dan Budaya Saigontourist Group 2025", banyak masyarakat dan wisatawan yang datang untuk menikmati kuliner khas dari 3 daerah.
Pengunjung yang ramai pada malam hari kedua festival - Foto: NHAT XUAN
Menurut Tuoi Tre Online , pada hari kedua festival, terdapat banyak pengunjung, baik penduduk lokal maupun wisatawan. Mereka datang tidak hanya untuk menikmati kulinernya , tetapi juga untuk mempelajari resep hidangan tradisional dari ketiga daerah tersebut.
Pergi ke festival dengan metro
Seiring berlalunya malam, area parkir di kawasan wisata Van Thanh (distrik Binh Thanh, Kota Ho Chi Minh) semakin penuh. Banyaknya pengunjung memaksa penyelenggara untuk menyediakan area parkir tambahan dan menugaskan petugas untuk memandu pengunjung.
Nguyen Thi Yen (25 tahun, tinggal di distrik Binh Thanh) mengatakan ia tidak sengaja mengetahui festival ini melalui TikTok dan merasa festival ini sangat menarik. "Saya berkeliling festival tetapi tidak tahu harus memilih apa karena ada begitu banyak hidangan lezat," ujar Yen. Akhirnya, ia memutuskan untuk mencoba hidangan dari daftar "10 hidangan lezat yang patut dicoba" yang disarankan oleh penyelenggara.
Yen memilih sup mi ikan pedas dengan bunga phoenix merah dari Grand Saigon Hotel. Temannya memilih ginseng merah rebus teratai dari Kawasan Wisata Van Thanh. "Nama hidangannya terdengar aneh, jadi saya ingin mencobanya untuk melihat apakah rasanya sama mengesankannya dengan namanya," kata Yen.
Staf di kios-kios sibuk melayani pelanggan - Foto: NHAT XUAN
Demikian pula, sekelompok anak muda, Tran Phu, Le Thi Chi, dan Nguyen Tran Trung, juga bersemangat untuk berpartisipasi dalam festival tersebut. Chi mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui tentang acara tersebut sejak tahun lalu, tetapi tahun ini mereka berencana untuk pergi bersama dan juga memanfaatkan kesempatan untuk merasakan suasana metro.
"Metro sekarang lebih sepi daripada saat pertama kali dibuka. Stasiunnya berhenti tepat di kawasan wisata Van Thanh. Kami memutuskan untuk mengikuti festival tahun ini karena lokasinya strategis," kata Chi.
Ini bukan sekadar acara kuliner sederhana, tetapi festival ini juga menciptakan kembali ruang Saigon lama dengan pasar terapung, desa kerajinan tradisional, dan mengumpulkan lebih dari 600 hidangan khusus dari 3 wilayah Utara - Tengah - Selatan.
Chi mengatakan rombongan sangat antusias ketika festival ini memiliki stan-stan yang memperkenalkan kerajinan tradisional seperti anyaman rotan. Selain itu, banyak permainan rakyat seperti membuat patung tanah liat dan mengukir buah juga mengesankan. "Festival ini bahkan memutar musik Bac Bling yang sedang tren, baik modern maupun tradisional, menciptakan suasana yang sangat ceria," ujarnya.
Terkejut dengan betapa lezatnya makanan itu!
Bagi Vu Thi Thu Huong (seorang turis asal Hanoi), festival makanan ini merupakan perhentian terakhir dalam rencana perjalanan bisnis dan perjalanannya di Kota Ho Chi Minh. Ia merasa beruntung dapat menghadirinya sebelum kembali ke Hanoi.
"Sangat lezat" adalah ungkapan yang Huong gunakan untuk menggambarkan hidangan-hidangan istimewa yang telah ia coba. Awalnya, ia hanya berniat mampir ke tempat makan tradisional untuk mengunggah foto di Facebook tanpa berharap banyak pada kualitas makanannya.
Namun, ketika melewati kios-kios tersebut, Huong terkejut dengan beragamnya hidangan vegetarian yang menarik perhatian. "Saya tidak menyangka makanannya begitu kaya dan lezat, saya langsung terpikat setelah mencobanya," ujarnya penuh semangat.
Tak hanya pengunjung Vietnam, festival ini juga menarik banyak pengunjung dari seluruh dunia, termasuk pengunjung Barat untuk berpartisipasi dalam festival - Foto: NHAT XUAN
Ibu Truong Thi Nhu Thuong, dari kedai sup manis Hue, mengatakan bahwa ini adalah tahun kelima kedai tersebut berpartisipasi dalam festival. Tahun ini terasa lebih istimewa karena perusahaan merayakan hari jadinya yang ke-50, sehingga hidangan yang disajikan pun semakin beragam.
"Kami menawarkan banyak hidangan tradisional dan baru, totalnya sekitar 20 hidangan. Di antaranya, ada hidangan spesial seperti teh biji asam jawa, teh jagung...", ungkap Ibu Thuong.
Festival ini tidak hanya menarik banyak penduduk lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai tempat. Menurut Ibu Thuong, waktu tersibuk biasanya adalah sore hari yang sejuk, ketika orang-orang punya waktu untuk berjalan-jalan dan menikmati makanan.
"Banyak orang Barat dan pengunjung dari provinsi lain juga mengunjungi stan ini. Setiap hari, ada pengunjung asing yang datang untuk menikmati hidangan," kata Ibu Thuong. Ia juga memperkirakan jumlah pengunjung di akhir pekan akan lebih tinggi lagi.
Pengunjung menikmati makan sambil menikmati pemandangan dan semilir angin - Foto: NHAT XUAN
Ikan tenggiri raksasa yang dipamerkan di festival ini memukau pengunjung - Foto: NHAT XUAN
Banyak keluarga memanfaatkan malam yang sejuk untuk membawa anak-anak mereka merasakan festival budaya kuliner - Foto: NHAT XUAN
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/nguoi-dan-tp-hcm-un-un-do-ve-le-hoi-am-thuc-saigontourist-group-2025-20250328204721618.htm
Komentar (0)