Pohon sakura Miharu Takizakura yang berusia 1.000 tahun, terletak di Miharu, Prefektur Fukushima, merupakan salah satu dari empat pohon sakura tertua dan paling terkenal di Jepang. Dengan penampilannya yang indah, berwarna merah muda pucat, menyerupai air terjun, pohon ini dijuluki "Bunga Sakura Air Terjun". Diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun, Miharu Takizakura adalah varietas sakura menangis Higan dan dianggap sebagai kekayaan alam nasional. Pohon ini mekar penuh dari pertengahan hingga akhir April setiap tahun, menarik ribuan pengunjung untuk mengagumi keindahan magisnya. Di malam hari, pohon ini juga diterangi cahaya, menciptakan pemandangan yang magis dan megah. (Sumber: Zekkei) |
Diakui sebagai monumen nasional, pohon sakura berusia seribu tahun ini memiliki tinggi 13,5 m dan lingkar 11,3 m. Nama "Miharu" berarti "tiga mata air" karena di daerah ini terdapat tiga jenis bunga musim semi: persik, prem, dan sakura yang mekar bergantian di musim semi. Selain itu, di akhir April, bunga rapeseed kuning cerah yang mekar di sekitar pangkal pohon juga menciptakan pemandangan yang sangat indah. (Sumber: Zekkei) |
Pada hari Jumat (4 April), banyak pengunjung datang untuk mengagumi bunga sakura yang mekar di langit biru dan menikmati berjalan-jalan di tengah cuaca musim semi. Seorang turis wanita berusia 21 tahun mengatakan bahwa bunga sakura itu indah dan memukau, dan mengungkapkan keinginannya untuk melihat bunga-bunga itu di malam hari. Menurut penduduk setempat, bunga sakura kemungkinan akan mekar sekitar seminggu lagi. Pohon sakura akan diterangi dari pukul 19.00 hingga 21.00 setiap hari hingga bunganya gugur, menurut NHK. (Sumber: Zekkei) |
Pohon Usuzumi Zakura yang terletak di Motosu, Prefektur Gifu, adalah pohon sakura kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 1.500 tahun, diyakini ditanam oleh Kaisar Keitai pada abad ke-6. Tingginya sekitar 16,3 m dengan lingkar batang yang mengesankan sekitar 9,9 m, berdiri tegak sebagai saksi sejarah selama berabad-abad. Usuzumi Zakura termasuk dalam Tiga Bunga Sakura Terbesar di Jepang dan diakui sebagai monumen alam nasional. (Sumber: Zekkei) |
Nama "Usuzumi" berarti "tinta pucat", berasal dari karakteristik unik bunga ini saat mekar. Saat pertama kali mekar, bunganya berwarna merah muda pucat, kemudian berubah menjadi putih bersih saat mekar sempurna, dan akhirnya memudar menjadi abu-abu pucat sebelum layu. Bunga ini berada pada masa terindah dan mekarnya, biasanya dari awal hingga pertengahan April setiap tahun, menarik banyak wisatawan untuk mengagumi keindahan magis bunga ini yang berubah warna. (Sumber: Zekkei) |
Jindai Zakura, yang terletak di Hokuto, Prefektur Yamanashi, dikenal sebagai pohon sakura tertua di Jepang, dengan usia 1.800-2.000 tahun. Termasuk dalam varietas Edohigan, pohon ini memiliki tinggi sekitar 10,3 m dan lingkar batang hingga 13,5 m, memancarkan tampilan kuno dan megah. Nama "Jindai" berarti "zaman para dewa", yang mengingatkan pada umur panjang dan kesakralannya. (Sumber: Zekkei) |
Meskipun berusia ribuan tahun, Jindai Zakura masih mekar dengan bunga-bunga merah muda pucat yang indah di awal April, menarik pengunjung dari seluruh penjuru dunia untuk mengagumi vitalitasnya yang kuat dan keindahannya yang abadi. Pohon ini diakui sebagai monumen alam nasional, simbol keabadian alam Jepang. (Sumber: Zekkei) |
Sumber: https://baoquocte.vn/nhat-ban-bon-cay-hoa-anh-dao-nghin-nam-tuoi-bung-no-310511.html
Komentar (0)