Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah menetapkan kebijakan dan manfaat yang lebih spesifik bagi guru dalam rancangan ke-5 Undang-Undang Guru.
Undang-Undang Guru telah mendefinisikan kebijakan guru secara lebih spesifik. (Foto: Minh Hien) |
RUU Guru Nomor 5 Tahun 2015 memiliki bab tentang kebijakan dan perlakuan terhadap guru, yaitu pada Pasal 25 dan Pasal 26. Guru adalah orang yang direkrut dan bertugas mengajar dan mendidik pada lembaga pendidikan dalam sistem pendidikan nasional.
Berdasarkan rancangan tersebut, gaji dan tunjangan bagi guru pada lembaga pendidikan negeri adalah sebagai berikut:
- Gaji pokok menurut skala gaji guru menduduki peringkat tertinggi dalam sistem skala gaji karier administratif;
- Tunjangan profesi dan tunjangan lainnya sesuai dengan sifat pekerjaan dan daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Guru PAUD; guru yang bertugas di daerah-daerah yang sangat sulit seperti daerah etnis minoritas, daerah pegunungan, daerah pesisir dan kepulauan; guru di sekolah khusus; pelaksana pendidikan inklusif; guru yang berasal dari etnis minoritas dan guru pada beberapa profesi tertentu diberi prioritas dalam rezim gaji dan tunjangan yang lebih tinggi dibandingkan guru lainnya.
Apabila guru direkrut dan menduduki peringkat pertama, gajinya akan dinaikkan 1 tingkat gaji dalam sistem skala gaji karier administratif.
Gaji dan kebijakan berbasis gaji bagi guru pada lembaga pendidikan non-publik dengan jenjang pelatihan dan jabatan yang sama akan diputuskan oleh lembaga pendidikan, dengan menjamin tidak kurang dari gaji dan kebijakan berbasis gaji.
Guru yang bekerja pada sektor dan bidang yang mempunyai kebijakan khusus berhak memperoleh kebijakan khusus sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya berhak memperoleh jenjang tertinggi apabila kebijakan tersebut sejalan dengan kebijakan guru.
Pemerintah akan menentukan secara rinci gaji dan tunjangan bagi guru.
Menurut rancangan tersebut, kebijakan untuk mendukung guru meliputi:
- Tunjangan sesuai sifat pekerjaan, menurut daerah;
- Mendukung pelatihan dan pengembangan;
- Perawatan kesehatan berkala, perawatan kesehatan kerja;
- Pembebasan biaya pendidikan bagi anak kandung dan anak angkat yang sah dari guru selama masa tugasnya;
- Tunjangan mobilitas bagi guru yang bekerja di bidang literasi atau pendidikan universal atau yang sedang dalam penugasan; mengajar kelas tambahan atau mengajar antar sekolah; atau harus pindah untuk mengajar di sekolah-sekolah di desa, dusun, dan desa-desa;
Di samping kebijakan umum ini, guru yang bekerja di daerah etnis minoritas, daerah pegunungan, daerah perbatasan, kepulauan, dan daerah dengan kondisi sosial ekonomi yang sangat sulit; guru yang mengajar di sekolah khusus, mengajar pendidikan inklusif; mengajar bahasa etnis minoritas; mengajar peningkatan bahasa Vietnam kepada siswa etnis minoritas; guru yang mengajar mata pelajaran berbakat dan seni juga berhak atas dukungan berikut:
- Menjamin tersedianya hunian kolektif atau rumah dinas sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perumahan dan kondisi esensial apabila bekerja di daerah pedesaan, daerah etnis minoritas, daerah pegunungan, daerah perbatasan, kepulauan, dan daerah dengan kondisi sosial ekonomi yang sangat sulit;
- Pembayaran biaya perjalanan dinas selama jam kerja di daerah dengan kondisi sosial ekonomi yang sangat sulit, selama cuti tahunan, hari raya, Tet, dan cuti pribadi untuk mengunjungi keluarga sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
- Tunjangan dan subsidi tergantung pada subjek.
Selain itu, guru di lembaga pendidikan publik menikmati kebijakan dukungan untuk pegawai negeri sipil dan kebijakan dukungan lainnya, jika ada.
Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mendorong daerah dan lembaga pendidikan untuk memiliki kebijakan pendukung untuk membantu guru menjamin kehidupan dan mengembangkan kariernya sesuai dengan kondisi praktis dan sumber daya keuangan yang sah di daerah dan lembaga pendidikan tersebut.
Rancangan Undang-Undang Guru sedang dalam proses penyempurnaan dan penjaringan pendapat dari pihak-pihak terkait.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)