Seluruh provinsi saat ini memiliki sekitar 2.407 rumah sarang burung, yang sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Dong Thap Muoi.
Menurut informasi dari Departemen Pertanian (Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup), laju pertumbuhan rumah sarang burung walet akhir-akhir ini mengalami peningkatan namun tidak tinggi dibandingkan periode 2020-2023, menunjukkan tanda-tanda kejenuhan.
Penyebab utamanya adalah penurunan harga produk sarang burung walet, pasar konsumsi yang lesu, sementara jumlah rumah sarang burung walet meningkat pesat. Populasi burung belum sempat berkembang biak dan berkelompok, sehingga sulit untuk menarik perhatian, sehingga memicu persaingan sengit antar rumah sarang burung walet di area yang sama.
Selain itu, sumber makanan bagi burung walet tidaklah terbatas; jika terdapat terlalu banyak burung walet dalam satu populasi, hal ini akan menyebabkan kekurangan makanan dan kawanan burung walet akan tumbuh lambat. Oleh karena itu, membangun rumah walet dalam jumlah besar tidak akan lagi memberikan efisiensi ekonomi yang diharapkan.
Selain menghadapi tantangan pasar, pengelolaan rumah sarang burung walet di wilayah ini juga menghadapi banyak permasalahan. Berdasarkan ketentuan dalam Lampiran V yang diterbitkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 46/2022/ND-CP, tanggal 13 Juli 2022, rumah sarang burung walet tidak dispesifikasikan dengan unit ternak tertentu, sehingga menyulitkan pencatatan lingkungan sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 08/2022/ND-CP, tanggal 10 Januari 2022.
Sementara itu, untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan, rumah burung harus berada di lahan pertanian jenis lain; namun kenyataannya, sebagian besar rumah burung dibangun di lahan perumahan, lahan tanaman tahunan, dan sawah. Prosedur perubahan penggunaan lahan dan pembagian lahan masih banyak kekurangannya, sehingga menimbulkan kesulitan dalam perencanaan lahan pertanian dan pengenalan proyek investasi.
Belakangan ini, pengelolaan tata tertib pembangunan proyek budidaya sarang burung walet di beberapa tempat masih terbatas. Beberapa organisasi dan individu telah membangun rumah sarang burung walet tanpa izin, tanpa izin, atau tidak sesuai dengan perencanaan yang telah disetujui. Khususnya, hingga saat ini, kementerian dan lembaga terkait belum menerbitkan seperangkat prosedur yang memandu pemberian izin mendirikan bangunan, lahan, dan lingkungan untuk proyek budidaya sarang burung walet. Hal ini menyulitkan pemerintah daerah untuk mengarahkan, mengelola, dan menangani pelanggaran.
Menghadapi kenyataan ini, pengembangan usaha peternakan sarang burung walet di Tay Ninh perlu disesuaikan ke arah keberlanjutan, menghindari pembangunan yang meluas, menitikberatkan pada perencanaan ilmiah dan mengeluarkan mekanisme pengelolaan yang sinkron, yang keduanya memenuhi kebutuhan pembangunan ekonomi dan menjamin keselarasan kepentingan masyarakat serta melindungi lingkungan ekologis.
Le Duc
Sumber: https://baolongan.vn/nuoi-chim-yen-chung-lai-con-nhieu-kho-khan-trong-quan-ly-a200390.html
Komentar (0)