Ingin membeli rumah harus ada dukungan dari keluarga
Dalam lokakarya "Leverage Keuangan Efektif - Kaum Muda Memiliki Rumah", yang diselenggarakan oleh Surat Kabar Thanh Tra pada pagi hari tanggal 26 Juni, Bapak Ha Quang Hung, Wakil Direktur Departemen Perumahan dan Pengelolaan Pasar Properti ( Kementerian Konstruksi ), mengemukakan bahwa untuk membeli rumah rata-rata (70m2, harga jual 3-4 miliar VND) di kota-kota besar, kaum muda membutuhkan pendapatan 20-25 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa rasio harga rumah terhadap pendapatan di Vietnam sangat tinggi.

Realitas juga menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan muda perkotaan memiliki pendapatan rata-rata 20-30 juta VND/bulan, tetapi sangat sedikit yang membeli rumah tanpa dukungan keuangan dari keluarga atau program kredit preferensial.
Perwakilan Kementerian Konstruksi menilai bahwa keterbatasan pasokan real estat dan tingginya harga perumahan dibandingkan dengan daya beli sebagian besar masyarakat disebabkan oleh proyek yang menghadapi kesulitan dalam prosedur investasi; lambatnya prosedur persiapan investasi dan pelaksanaan proyek; bisnis yang menghadapi kesulitan dalam permodalan kredit, penerbitan dan pembayaran obligasi, penjualan, dan lain-lain.
Tn. Ha Quang Hung mengakui bahwa bank bersedia meminjamkan uang untuk membeli rumah, tetapi suku bunga pinjaman komersial masih cukup tinggi dan jangka waktu pinjaman tidak cukup panjang untuk memenuhi permintaan.
"Realitas menunjukkan bahwa hanya ketika ada paket preferensial dengan suku bunga rendah (5-6%) yang ditetapkan di awal, kaum muda akan berani mempertimbangkan untuk mengambil pinjaman untuk membeli rumah. Kaum muda benar-benar membutuhkan pinjaman jangka panjang 20-30 tahun untuk mengurangi tekanan pembayaran utang bulanan," analisisnya.
Jangan terburu-buru membeli rumah jika Anda tidak mampu membayar utang.
Pakar keuangan, Dr. Nguyen Tri Hieu, merekomendasikan pembatasan rasio pinjaman maksimum hingga 80% dari nilai rumah. Rasio ini membantu menjaga leverage pada tingkat yang aman, meminimalkan risiko ketika pasar atau suku bunga berfluktuasi.
“Jangan terburu-buru membeli rumah jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk melunasi utang,” tegas Dr. Nguyen Tri Hieu.

"Kaum muda harus memastikan total pembayaran utang bulanan (pokok + bunga) tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih mereka untuk menghindari tekanan finansial. Ini adalah rasio Utang terhadap Pendapatan (pembayaran utang bank bulanan terhadap pendapatan bulanan). Ambang batas 50% diterima oleh banyak lembaga keuangan internasional, sementara peminjam masih memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan pokok," ujarnya.
Menurut ahli ini, prioritas harus diberikan pada paket pinjaman berbunga tetap selama mungkin, setidaknya 3-5 tahun pertama atau lebih lama, untuk membantu merencanakan arus kas yang stabil dan menghindari risiko kenaikan suku bunga secara tiba-tiba di kemudian hari.
Selain itu, penting untuk menyediakan dana darurat yang setara dengan 6-12 bulan pembayaran utang, untuk berjaga-jaga jika terjadi insiden seperti kehilangan pekerjaan atau penurunan pendapatan. Dana ini membantu peminjam mempertahankan kewajiban pembayaran utang tanpa harus menjual aset.
Catatan yang sama pentingnya, menurut Bapak Hieu, adalah peminjam perlu memperhitungkan dengan cermat kemampuan mereka untuk membayar utang sebelum memutuskan untuk meminjam dari bank untuk membeli rumah. Khususnya, penting untuk membuat neraca, mensimulasikan skenario pendapatan dan suku bunga, serta menghindari mentalitas FOMO (fear of missing out) yang menyebabkan peminjaman melebihi kapasitas.
"Menggunakan leverage keuangan bagaikan pedang bermata dua. Jika tidak terkontrol dengan baik, peminjam dapat dengan mudah terjerumus ke dalam lingkaran utang, bahkan harus menjual rumah mereka ketika pasar berfluktuasi atau pendapatan menurun," ujar Bapak Hieu.
Ibu Ha Thu Giang, Direktur Departemen Kredit Sektor Ekonomi , Bank Negara, menginformasikan bahwa saat ini terdapat 9 bank yang berpartisipasi dalam paket kredit senilai 145.000 miliar VND, dengan suku bunga 1,5-2% lebih rendah dari suku bunga pinjaman normal. Menurut Ibu Giang, suku bunga pinjaman terbaru adalah 5,9% per tahun, dan suku bunga terus menurun seiring tren umum.
“Bagi generasi muda di bawah 35 tahun, Bank Negara memberikan suku bunga preferensial, 2% lebih rendah untuk 5 tahun pertama, dan 1% lebih rendah untuk 10 tahun dibandingkan dengan suku bunga rata-rata jangka menengah dan panjang bank-bank besar,” ujar Ibu Giang.
Terkait solusi pengembangan proyek perumahan sosial, Kepala Dinas Perumahan dan Pengelolaan Pasar Properti mengatakan, pemerintah daerah perlu menyelesaikan target pembangunan perumahan sosial sesuai Keputusan Perdana Menteri Nomor 444, serta membangun perumahan pekerja di kawasan industri dan perumahan angkatan bersenjata.
Di samping itu, perlu dikembangkan model sewa jangka panjang dan beli-sewa, sekaligus memberikan dukungan finansial kepada pembeli untuk meningkatkan kapasitas akumulasi dan mengurangi beban biaya.
Solusi yang layak adalah menyesuaikan kebijakan pajak penghasilan pribadi, meningkatkan pengurangan pajak keluarga bagi mereka yang memiliki keluarga dan anak kecil; mengizinkan sebagian bunga pinjaman rumah pertama kali dikurangkan dari penghasilan kena pajak. Ini serupa dengan bentuk dukungan tidak langsung, membantu kaum muda yang meminjam untuk membeli rumah guna mengurangi tekanan keuangan bulanan,” ujar Bapak Hung.
Sumber: https://vietnamnet.vn/mua-nha-3-den-4-ty-nguoi-tre-can-tich-cop-20-25-nam-2415302.html
Komentar (0)