Poin-poin penting dalam rancangan tersebut meliputi peningkatan tanggung jawab badan-badan manajemen negara, khususnya Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam.
Secara khusus, menurut peraturan saat ini, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pelaksanaan peraturan tentang manajemen harga sesuai dengan peraturan dan dokumen hukum terkait; Memeriksa kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tentang harga layanan transportasi udara domestik dan harga layanan khusus penerbangan sesuai dengan kewenangannya.
Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam bertanggung jawab untuk memeriksa kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan mengenai harga layanan transportasi udara domestik dan harga layanan khusus penerbangan yang menjadi kewenangannya.
Rancangan tersebut juga menetapkan bahwa Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam bertanggung jawab untuk mengumumkan daftar rute penerbangan domestik berdasarkan kelompok jarak penerbangan, serta mengumumkan daftar rute udara yang terbang melalui wilayah informasi penerbangan yang dikelola oleh Vietnam berdasarkan laporan dari penyedia layanan kontrol penerbangan melalui wilayah informasi penerbangan yang dikelola oleh Vietnam.
Mengumumkan daftar bandar udara dan lapangan terbang menurut kelompok pengeluaran bahan bakar secara periodik satu tahun sekali, berdasarkan laporan dari penyedia jasa pengisian bahan bakar penerbangan.
Otoritas bandar udara bertugas melakukan pengawasan dan mendorong penerapan regulasi harga jasa nonpenerbangan oleh badan usaha dan perseorangan yang menjalankan usaha jasa nonpenerbangan di bandar udara.
Selain itu, melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang harga jasa nonpenerbangan sesuai kewenangannya.
Berdasarkan rancangan Surat Edaran tersebut, bandar udara akan dibagi menjadi 2 kelompok: Kelompok bandar udara yang melayani perekonomian dan masyarakat (termasuk bandar udara Con Dao, Dien Bien, Ca Mau, Rach Gia); Kelompok bandar udara yang tidak termasuk dalam kelompok bandar udara yang melayani perekonomian dan masyarakat sebagaimana ditentukan.
Jam operasional di bandara akan ditentukan berdasarkan jumlah penerbangan sebenarnya.
Secara spesifik, jam sibuk dihitung sebagai jam dengan penerbangan aktual sebesar 90% atau lebih dibandingkan dengan parameter koordinasi bandara. Jam non-sibuk dihitung sebagai jam dengan penerbangan aktual sebesar 0-30% dibandingkan dengan parameter koordinasi bandara. Jam normal adalah jam-jam yang tersisa dengan penerbangan yang berbeda dari jam sibuk dan non-sibuk.
Di samping perubahan-perubahan tersebut di atas, Kementerian Perhubungan juga mengusulkan perubahan tarif pelayanan penerbangan dalam negeri yang mendarat di bandar udara, agar lebih jelas dan seragam dalam penerapan ketentuan dan sesuai dengan kebutuhan nyata dunia penerbangan.
Draf tersebut dengan jelas menyatakan bahwa harga layanan untuk penerbangan domestik yang mendarat di suatu bandara dihitung untuk satu pesawat yang mendarat di bandara tersebut. Harga tersebut diklasifikasikan berdasarkan jam sibuk, jam non-sibuk, dan jam normal, berdasarkan waktu pendaratan setiap penerbangan sesuai dengan jadwal penerbangan yang dilisensikan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam.
Sementara itu, menurut peraturan saat ini, harga layanan untuk penerbangan domestik yang mendarat di bandara dihitung berdasarkan waktu pendaratan setiap penerbangan sesuai jadwal penerbangan yang dilisensikan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam.
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/siet-trach-nhiem-quan-ly-gia-dich-vu-hang-khong-192240915102215814.htm
Komentar (0)