Pasien menunggu pemeriksaan di Rumah Sakit Rakyat Gia Dinh, Kota Ho Chi Minh - Foto: THUY DUONG
Pada tanggal 10 Juli, Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh mengatakan telah memberikan panduan untuk penerapan sinkron di fasilitas medis segera setelah Surat Edaran No. 26/2025/TT-BYT tentang resep obat dalam perawatan rawat jalan dikeluarkan.
Secara khusus, Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh memberikan petunjuk tentang cara memperbarui sepenuhnya formulir resep baru sesuai dengan Surat Edaran 26/2025/TT-BYT, termasuk resep biasa, resep obat adiktif, obat psikotropika, dan prosedur penerimaan obat yang belum terpakai.
Mengatur pengembangan dan penyelesaian proses pemberian obat rawat jalan jangka panjang, dengan memberikan perhatian khusus pada resep hingga 90 hari, yang harus sesuai dengan kondisi pasien, memiliki catatan manajemen yang ketat, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan pembayaran asuransi kesehatan saat ini.
Perkuat inspeksi dan pengawasan internal, terutama dalam kasus di mana rejimen perawatan disesuaikan antara kunjungan tindak lanjut.
Pastikan infrastruktur teknologi informasi dan selesaikan peta jalan untuk penerapan resep elektronik sebelum 1 Oktober 2025 untuk rumah sakit; sebelum 1 Januari 2026 untuk fasilitas lainnya.
Untuk penerapan yang efektif, fasilitas medis perlu menyelenggarakan pelatihan profesional internal, menyatukan proses peresepan - penyaluran obat - pemantauan pemeriksaan ulang.
Bersamaan dengan itu, perlu juga dilakukan penguatan komunikasi kepada pasien, agar masyarakat dapat memahami dengan benar tentang pemberian resep obat asuransi kesehatan untuk penyakit kronis selama 2-3 bulan, bukan "pemberian sembarangan"; pahami dengan jelas manfaat asuransi kesehatan dan waktu yang tepat untuk pemeriksaan ulang sesuai dengan resep dokter; batasi pasien yang harus menjalani pemeriksaan ulang berkali-kali tanpa perlu, sehingga dapat mengurangi beban rumah sakit dan menghemat biaya perawatan.
Tercatat sebagian besar fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Medan telah melaksanakan secara serius dan baik ketentuan dalam surat edaran tersebut, terutama penggunaan formulir resep terpadu, pengendalian resep obat adiktif dan psikotropika, resep tunggal setiap kunjungan, dan kepatuhan terhadap tanggal kadaluarsa obat.
Hingga saat ini, sebagian besar rumah sakit umum di Kota Ho Chi Minh telah selesai mengintegrasikan sistem resep elektronik ke dalam perangkat lunak manajemen rumah sakit (HIS) dan melatih dokter untuk menggunakannya secara mahir.
Meresepkan obat jangka panjang merupakan salah satu langkah penting dalam pengelolaan penyakit kronis, terutama dalam konteks meningkatnya permintaan warga Kota Ho Chi Minh akan pengobatan yang stabil dan nyaman di fasilitas kesehatan akar rumput.
Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh terus berkoordinasi dengan rumah sakit, Asuransi Sosial kota, dan unit terkait untuk memantau proses implementasi, memastikan efisiensi profesional, keselamatan pasien, dan manfaat asuransi kesehatan.
Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh: Menerapkan resep dalam perawatan rawat jalan
Pada tanggal 1 Juli 2025, Surat Edaran No. 26/2025/TT-BYT dari Kementerian Kesehatan resmi berlaku, yang mengatur formulir resep dan resep obat farmasi dan produk biologi untuk rawat jalan di fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Surat Edaran ini menggantikan surat edaran lama seperti 52/2017/TT-BYT, 18/2018/TT-BYT, 04/2022/TT-BYT, dan 27/2021/TT-BYT, menandai langkah maju yang penting dalam meningkatkan hak pasien dan menstandardisasi resep dan pemberian obat.
Peraturan baru tentang resep jangka panjang untuk penyakit kronis: Menurut Klausul 8, Pasal 6 surat edaran tersebut, untuk penyakit kronis dalam daftar yang dikeluarkan dengan Lampiran VII (termasuk 252 penyakit/kelompok penyakit seperti hipertensi, diabetes, kardiovaskular, neurologis, penyakit endokrin...), pasien dapat diresepkan untuk maksimum 90 hari (3 bulan) jika kondisi kesehatannya stabil.
Hal ini membantu mengurangi jumlah kunjungan untuk pemeriksaan ulang, yang khususnya penting bagi lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil. Di saat yang sama, hal ini menciptakan kondisi yang kondusif bagi pasien untuk menerima perawatan berkelanjutan sesuai program, sehingga mengurangi beban pada rumah sakit tingkat atas.
Sumber: https://tuoitre.vn/so-y-te-tp-hcm-ke-don-thuoc-benh-man-tinh-2-3-thang-khong-phai-cap-phat-tuy-y-20250710140454476.htm
Komentar (0)