Dari tanggal 6 Februari hingga 16 Februari, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam mewajibkan otoritas pelabuhan, bandara, penyedia layanan lalu lintas udara, maskapai penerbangan, dan penyedia layanan penerbangan untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian keamanan penerbangan tingkat 1 yang ditingkatkan.
Dari 10 hingga 12 Februari (yaitu hari pertama dan ketiga Tet), badan pengelola tidak diwajibkan menambah jumlah personel, tetapi tetap harus memastikan langkah-langkah lain sesuai level 1 sebagaimana ditentukan. Otoritas Penerbangan Sipil menekankan bahwa otoritas pelabuhan wajib memberitahukan hal tersebut kepada penyedia layanan penerbangan dan maskapai asing yang beroperasi di bandara.
Bandara memperketat manajemen keamanan penerbangan selama Tahun Baru Imlek. (Foto: Tran An)
Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2015 tentang Keamanan Penerbangan secara tegas menyatakan bahwa peningkatan pengawasan keamanan penerbangan tingkat 1 diberlakukan apabila ada suatu peristiwa politik dan sosial penting di suatu negara, dengan situasi keamanan politik dan ketertiban sosial yang kompleks.
Sesuai peraturan, bandara yang menerapkan langkah-langkah pengendalian keamanan penerbangan level 1 akan menerapkan langkah-langkah berikut: meningkatkan jumlah personel keamanan penerbangan dan petugas keamanan yang bertugas di area terbatas, memeriksa orang dengan detektor logam genggam, dan melakukan inspeksi visual sebesar 7% terhadap orang, benda, dan kendaraan yang memasuki area terbatas bandara. Jumlah personel pengendalian keamanan penerbangan dan petugas keamanan akan ditambah 20% dari jumlah personel jaga reguler agar siap bertugas.
Di area publik, tim keamanan harus meningkatkan frekuensi patroli area, meningkatkan frekuensi penyiaran pada sistem pengeras suara yang mengharuskan penumpang menjauhi barang bawaannya, memantau area publik terminal dengan kamera, dan meningkatkan jumlah personel kontrol keamanan penerbangan yang mengawasi.
Pekerjaan lain yang diperlukan termasuk peningkatan wawancara, verifikasi dokumen identitas saat penumpang melakukan check-in, pemeriksaan visual acak terhadap 15% penumpang yang melewati gerbang tanpa alarm, dan pemeriksaan visual terhadap 15% barang bawaan dan bagasi terdaftar melalui mesin sinar-X tanpa gambar yang mencurigakan.
Khususnya, bagasi terdaftar tanpa pendamping akan diperiksa secara visual, setelah disaring sebelum dimuat ke dalam pesawat.
Mengenai keamanan dan kebersihan makanan, Otoritas Penerbangan Sipil mewajibkan pemeriksaan visual acak terhadap 2% makanan dan cadangan di pos pemeriksaan keamanan penerbangan sebelum membawanya ke bandara.
(Sumber: Tien Phong)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)