Konferensi Konsultatif Perdagangan dan Investasi Sains dan Teknologi China-ASEAN pertama baru-baru ini diselenggarakan di Beijing, dalam kerangka Pameran Sains dan Teknologi Internasional Beijing ke-26 (13-16 Juli di Beijing).
Konferensi tersebut mempertemukan para pemimpin pemerintahan dan menteri dari lima negara ASEAN (Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam) untuk berbagi dan bertukar ide, mencari peluang pembangunan di Asia Tenggara, dan memperkuat hubungan ekosistem teknologi antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN.
ASEAN merupakan salah satu mitra dagang utama Beijing. Pada tahun 2023, volume perdagangan China-ASEAN mencapai sekitar US$34,9 miliar, menempati peringkat di belakang Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat.
Pemerintah Kota Beijing menyatakan bahwa Beijing memiliki keunggulan yang luas di berbagai bidang seperti manufaktur cerdas, energi baru, dan kedokteran; dan ingin memperkuat hubungan industri dengan negara-negara ASEAN, mendorong integrasi yang lebih dalam antara kedua pihak dalam rantai industri, rantai pasokan, dan rantai nilai; serta bekerja sama untuk membangun klaster industri yang berdaya saing internasional.
Di tengah persaingan teknologi AS-China yang sedang berlangsung, China menyadari pentingnya kemitraan global dan telah mengalihkan fokusnya ke negara-negara lain melalui kebijakan " diplomasi bertetangga".
ASEAN telah muncul sebagai mitra strategis yang sangat penting bagi China. Kedekatan geografis dan budaya ASEAN dengan China, pertumbuhan penduduknya, dan perekonomiannya yang dinamis merupakan karakteristik utama yang membuat blok ini menarik bagi China.
Selain itu, sejak tahun 2013, dengan diluncurkannya Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), yang menjadi landasan ekspansi global Tiongkok, negara tersebut telah memprioritaskan Asia Tenggara dan membina hubungan yang lebih erat dengan kawasan tersebut.
Selanjutnya, Jalur Sutra Digital, sebagai perluasan dari BRI, mewakili visi China untuk memperluas kekuatan teknologi dan digitalnya ke luar perbatasan negaranya, khususnya berfokus pada Asia Tenggara.
KHANH MINH
Sumber: https://www.sggp.org.vn/tang-cuong-ket-noi-cong-nghe-post749479.html






Komentar (0)