Ketua Komite Rakyat Provinsi Pham Hoang Son memimpin Konferensi. |
Dalam 6 bulan pertama tahun 2025, provinsi ini telah berupaya mendorong pencairan modal investasi publik, menjadikannya salah satu dari 10 daerah dengan tingkat pencairan terbaik di negara ini. Namun, setelah penggabungan batas administratif dan penerapan model pemerintahan daerah dua tingkat, pelaksanaan proyek-proyek masih menemui beberapa kekurangan, terutama dalam proses pengalihan proyek dari tingkat kabupaten ke tingkat kecamatan, penentuan investor, kewenangan pengelolaan, serta kompensasi dan pembebasan lahan.
Laporan Konferensi menunjukkan bahwa kesulitan utama terletak pada pemilihan dan kapasitas investor akibat kurangnya staf ahli; kompensasi, pembersihan lahan, dan pemukiman kembali masih banyak kendala terkait batas pemukiman kembali, verifikasi kondisi lahan, harga kompensasi, dll. Proses pembangunan unit-unit juga menemui kendala akibat fluktuasi harga material bangunan dan hujan berkepanjangan yang secara langsung memengaruhi kemajuan. Kesulitan-kesulitan ini menyebabkan tingkat pencairan di banyak komune dan kelurahan tidak mencapai harapan.
Perwakilan daerah dan investor melaporkan dan mengusulkan solusi. |
Menghadapi situasi tersebut, Konferensi menyepakati sejumlah solusi utama, seperti: Departemen dan cabang memperkuat koordinasi, segera menyingkirkan hambatan bagi akar rumput; Komite Rakyat komune dan lingkungan segera menyelesaikan penugasan investor dengan semangat memastikan proaktif dan fleksibilitas tetapi tetap sesuai dengan peraturan; daerah meninjau catatan tanah dengan hati-hati, menghindari penundaan karena masalah prosedural.
Menutup Konferensi, Ketua Komite Rakyat Provinsi, Pham Hoang Son, menekankan bahwa hasil pelaksanaan rencana investasi publik periode 2021-2025 merupakan dasar penting untuk mengalokasikan rencana tersebut untuk periode 2026-2030. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus menjunjung tinggi rasa tanggung jawab, berkoordinasi secara proaktif dengan departemen dan cabang, serta bertekad untuk menyelesaikan target pencairan modal investasi publik pada tahun 2025, dengan memastikan kemajuan, kualitas, dan efisiensi.
Ketua Komite Rakyat Provinsi Pham Hoang Son memberikan pidato di Konferensi tersebut. |
Ketua Komite Rakyat Provinsi meminta Dewan Manajemen Proyek Investasi Provinsi untuk Pembangunan Lalu Lintas dan Pekerjaan Pertanian untuk segera membentuk kelompok kerja guna memberikan dukungan langsung guna membantu daerah mengatasi kesulitan. Pusat Pengembangan Dana Pertanahan Provinsi akan secara ketat memandu proses kompensasi dan pemukiman kembali, serta menangani secara tuntas masalah-masalah yang telah lama ada.
Terkait usulan dan rekomendasi daerah terkait penataan kepegawaian, Ketua Komite Rakyat Provinsi menyatakan bahwa provinsi akan memiliki rencana untuk memindahkan dan menempatkan staf profesional yang sesuai, guna memastikan mereka memenuhi persyaratan kerja. Hal ini dianggap sebagai solusi mendasar untuk meningkatkan kapasitas investor, menciptakan perubahan yang nyata dalam proses pencairan dana, dan berkontribusi dalam mendorong pembangunan sosial -ekonomi provinsi.
Source: https://baothainguyen.vn/thoi-su-thai-nguyen/202508/thai-nguyen-thong-nhat-giai-phap-go-vuong-trong-giai-ngan-von-dau-tu-cong-3804a4e/
Komentar (0)