Tanggul kanan Sungai Hoang melalui desa Nhan Nhuong, kecamatan Thang Loi belum diinvestasikan.
Menyusuri tanggul kanan Sungai Hoang, melewati desa Nhan Nhuong, Yen Nong, Dong Hung, dan Te Do, terlihat jelas bahwa beberapa tanggul belum diperbaiki, fondasi tanggul masih berupa tanah, dan tingkat perlindungan banjir lebih rendah dari yang dipersyaratkan. Khususnya, ruas tanggul yang melintasi desa Nhan Nhuong, dengan panjang lebih dari 1 km, masih terdapat sekitar 600 m tanggul yang belum diperkeras, hanya tanahnya yang terbuka, licin di musim hujan, dan becek di musim kemarau, sehingga memengaruhi lalu lintas dan pencegahan banjir.
Bapak Le Van Tu, Kepala Desa Nhan Nhuong, menunjuk bagian tanggul yang belum diperkuat dan berkata: “Hal ini menjadi perhatian lebih dari 100 rumah tangga di desa ini. Daerah ini rawan banjir, dan peran tanggul sangatlah penting. Sebelumnya, ketika tidak ada gorong-gorong di tanggul, setiap kali terjadi banjir besar, air menggenangi rumah-rumah dan tanaman pun gagal panen. Sekarang, terdapat dua gorong-gorong di tanggul, tetapi tanggulnya rusak, atapnya tidak kokoh, permukaan tanggulnya sempit, dan risiko ketidakamanan selalu mengintai.”
Tak hanya tanggul sebelah kanan Sungai Hoang, sistem tanggul di Kelurahan Thang Loi juga mengalami insiden serius. Pada musim banjir 2024, di pintu air Te Nong 6, tepatnya di posisi K2+300, tanggul yang melindungi 172 hektar sawah dan tanaman pangan di Desa Te Do, pintu air tersebut jebol, atap tanggul runtuh, dan pipa pintu air sepanjang 2 meter pecah. Proyek ini awalnya dibangun pada tahun 2008, menggunakan pipa beton bertulang yang telah amblas dan miring ke arah permukaan tanggul. Saat hujan deras, badan pintu air bocor, berlubang, dan runtuh total. Insiden ini tidak hanya mengancam keselamatan proyek secara langsung, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan banyak komponen tanggul di wilayah tersebut.
Bapak Vu Thanh Tung, Kepala Departemen Ekonomi Komune Thang Loi, mengatakan: "Komune ini secara langsung dipengaruhi oleh dua sungai utama, Sungai Hoang dan Sungai Nhom. Banyak jalur sungai memiliki kemiringan yang besar, aliran yang berliku-liku, dan menyempit di banyak bagian. Sistem tanggul komune ini bertugas melindungi tidak hanya wilayah Thang Loi tetapi juga sebagian wilayah komune di sekitarnya. Menurut statistik, komune ini mengelola total panjang tanggul tingkat IV dan V sepanjang 24,27 km dengan 27 gorong-gorong yang melintasi tanggul, termasuk 4 jalur utama."
Tanggul kiri Sungai Nhom memiliki panjang 4,47 km dengan 2 pintu air, melindungi desa Dat Tien 1, Dat Tien 2, Dong Hung, dan Te Do. Ruas K32+750 hingga K36+500 masih berupa tanggul tanah, elevasi pengendalian banjir kurang dari 0,42 hingga 0,48 m, dan tidak ada pintu air yang melewati tanggul, sehingga terdapat potensi risiko bencana saat banjir besar. Tanggul kanan Sungai Nhom memiliki panjang 12,54 km, dengan 15 pintu air dan 3 ruas tanggul dengan total panjang 0,63 km, yang berperan melindungi sistem jalan antar desa, antar kecamatan, dan permukiman. Namun, banyak lokasi yang tidak memenuhi standar elevasi, penampang melintang terbatas, dan risiko luapan tanggul serta jebolnya pintu air masih ada.
Tanggul kanan Sungai Hoang memiliki panjang 2,76 km dengan 3 gorong-gorong, yang melewati desa Nhan Nhuong, Dong Hung, dan Yen Nong. Namun, ketiga gorong-gorong tersebut rusak, cacat, dan membutuhkan penanganan segera. Tanggul Te Nong memiliki panjang 4,5 km, dengan 7 gorong-gorong yang melintasi tanggul, melindungi 172 ha lahan pertanian . Namun, banyak ruas dan rute juga tidak memiliki elevasi dan penampang melintang, sehingga menimbulkan potensi risiko ketidakamanan saat banjir melanda.
Menurut Bapak Tung, berdasarkan hasil inspeksi kondisi terkini tanggul, tanggul, dan gorong-gorong, selama musim badai 2025, Kecamatan Thang Loi telah menyusun 3 rencana untuk melindungi tanggul di lokasi-lokasi rawan, dan telah menyiapkan material termasuk timbunan tanah, karung, bongkahan batu, dan kurungan baja. Komite Komando Pencegahan dan Pengendalian Bencana serta Pencarian dan Penyelamatan Kecamatan telah diperkuat, beroperasi dengan motto "Pencegahan proaktif, respons tepat waktu, pemulihan mendesak dan efektif", dengan mengerahkan segenap kekuatan lokal dan masyarakat untuk meminimalkan kerusakan.
Itulah solusinya, tetapi masyarakat dan pemerintah komune mengakui bahwa ini hanyalah solusi sementara. Solusi jangka panjang tetaplah berinvestasi dalam peningkatan dan penguatan tanggul-tanggul yang telah rusak, agar dapat memenuhi persyaratan pencegahan banjir dan layanan lalu lintas. Ketika sistem tanggul kokoh, masyarakat dapat benar-benar merasa aman dalam bertani, hidup, dan mengembangkan perekonomian.
Artikel dan foto: Dinh Giang
Sumber: https://baothanhhoa.vn/thap-thom-nhung-tuyen-de-xung-yeu-nbsp-qua-dia-ban-xa-thang-loi-259323.htm
Komentar (0)