(Dan Tri) - Peserta ujian kelulusan SMA akan dikenakan pengurangan nilai ujian sebesar 25-100% apabila melanggar ketentuan.
Menurut peraturan ujian kelulusan sekolah menengah atas yang baru, tingkat pengurangan nilai ujian akan bergantung pada tingkat pelanggaran kandidat.
Teguran merupakan tingkatan paling ringan, yaitu pengurangan 25% dari total nilai ujian yang melanggar. Tingkatan ini berlaku bagi peserta yang melihat ujian peserta lain, bertukar ujian dengan peserta lain, atau melakukan satu pelanggaran.
Peringatan adalah tingkat kedua, yang mengurangi 50% nilai ujian. Tingkat ini berlaku bagi kandidat yang melanggar salah satu kesalahan berikut: Telah ditegur sekali tetapi masih melanggar peraturan ujian selama ujian berlangsung, bertukar kertas ujian atau kertas coretan dengan kandidat lain; menyalin soal ujian kandidat lain atau membiarkan kandidat lain menyalin soal ujiannya.
Selain itu, semua kertas ujian yang ditemukan mengandung tanda selama penilaian akan dikurangi nilainya sebesar 50%.
Kandidat yang mengikuti ujian kelulusan sekolah menengah atas tahun 2024 (Foto: Hai Long).
Ujian diberi nilai 0 poin atau dikurangi 100% dari nilai total, apabila: Soal ujian disalin dari dokumen yang dibawa secara ilegal ke ruang ujian; soal ujian terdiri dari dua jawaban atau lebih; soal ujian ditulis oleh dua orang atau lebih; sebagian soal ujian ditulis di kertas coretan atau kertas yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Peraturan baru tersebut juga secara tegas mengatur kasus-kasus peserta yang terkena sanksi skorsing dari ujian sebagai berikut: Peserta yang sudah pernah dikenakan sanksi peringatan satu kali namun masih saja melakukan pelanggaran pada saat ujian berlangsung baik berupa teguran maupun peringatan.
Peserta membawa barang-barang yang tidak sah ke dalam ruang ujian/ruang tunggu atau saat berpindah antara ruang ujian dan ruang tunggu.
Peserta membawa kertas ujian keluar dari ruang ujian atau menerima solusi dari luar ke dalam ruang ujian.
Kandidat menulis atau menggambar pada kertas ujian mereka konten yang tidak terkait dengan ujian.
Kandidat yang bertindak agresif, mengancam mereka yang bertanggung jawab atas ujian atau mengancam kandidat lain.
Peserta ujian tidak mematuhi instruksi pengawas ruang ujian atau manajer ruang tunggu saat bergerak di area ujian dan selama berada di ruang tunggu.
Peserta yang diskors dari ujian pada tahun mana pun, hasil ujian/mata pelajaran apa pun pada ujian tahun itu akan dibatalkan.
Ujian kelulusan SMA tahun 2025 akan menghadirkan banyak inovasi. Ini merupakan ujian pertama yang diselenggarakan berdasarkan program pendidikan umum tahun 2018. Dengan adanya aturan pengambilan 2 mata pelajaran wajib (matematika, sastra) dan 2 mata pelajaran pilihan dari 9 mata pelajaran yang dihitung dalam program baru, para peserta memiliki hingga 36 kombinasi mata pelajaran untuk dipilih.
Ujian diperkirakan akan berlangsung pada 26-27 Juni 2025. Jumlah sesi ujian akan dipersingkat dari 4 menjadi 3, dengan 1 ujian sastra, 1 ujian matematika, dan 1 ujian 2 mata pelajaran pilihan.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/thi-tot-nghiep-thpt-nhin-bai-nguoi-khac-se-bi-tru-diem-the-nao-20241225091910750.htm
Komentar (0)