Pada tanggal 11 Oktober, DKRA Consulting (DKRA Group) melaporkan kondisi pasar properti di Kota Ho Chi Minh dan sekitarnya pada kuartal ketiga tahun 2024. Laporan tersebut menunjukkan angka-angka yang luar biasa mengenai pasar properti di wilayah Selatan.
Khususnya, pada kuartal ketiga, pasar properti di Kota Ho Chi Minh dan sekitarnya mencatat 108 proyek apartemen yang menyediakan lebih dari 13.400 unit, turun 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingkat konsumsi mencapai hampir 2.700 unit, turun 39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingkat konsumsi ini setara dengan 20% dari total pasokan.
Menurut DKRA Consulting, transaksi sebagian besar terkonsentrasi pada proyek-proyek kelas menengah dengan harga berkisar antara VND40-55 juta/m2 di Kota Ho Chi Minh dan VND30-35 juta/m2 di Binh Duong. Sebagian besar proyek ini telah menyelesaikan proses hukum dan berjalan dengan pesat.
Banyak proyek properti di wilayah Selatan yang ditawarkan untuk dijual baru-baru ini, tetapi daya beli masih lemah. (Foto ilustrasi: D.V)
Untuk segmen rumah bandar dan vila, unit riset mencatat 80 proyek dengan pasokan hampir 5.400 unit, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingkat konsumsi mencapai 589 unit, setara dengan 11% dari total pasokan.
DKRA Consulting menilai permintaan rumah bandar dan vila menunjukkan tanda-tanda peningkatan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, konsumsi pasar secara keseluruhan masih rendah. Fluktuasi harga primer tidak terlalu signifikan dibandingkan awal tahun.
Menanggapi VTC News, Bapak Vo Hong Thang, Wakil Direktur Jenderal DKRA Consulting, mengatakan bahwa lebih dari 70% pasokan rumah bandar dan vila berasal dari Kota Ho Chi Minh dan Dong Nai. Karena permintaan yang lemah, investor telah meluncurkan kebijakan diskon, penurunan harga, dan insentif pada hari pembukaan untuk meningkatkan likuiditas.
"Meskipun volume perdagangan di pasar telah membaik, saya pikir akan sulit untuk mengalami perubahan likuiditas secara tiba-tiba dalam jangka pendek," kata Thang.
Terkait segmen lahan, DKRA Consulting mencatat 91 proyek yang menyediakan lebih dari 7.000 bidang tanah, meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingkat konsumsi mencapai 362 bidang tanah, atau 5% dari total pasokan. Binh Duong masih menjadi kota dengan pasokan lahan yang cukup melimpah, mencapai 52% dari total pasokan.
DKRA Consulting meyakini bahwa segmen lahan dengan infrastruktur lengkap dan dokumen hukum yang lengkap masih diminati oleh investor dan warga. Harga rata-rata lahan di bawah 50 juta VND/m2 di Kota Ho Chi Minh atau di bawah 22 juta VND/m2 di daerah sekitarnya merupakan yang paling diminati oleh investor.
Investor dan pembeli rumah masih bersikap menunggu dan melihat, sehingga likuiditas pasar properti belum pulih secara signifikan. (Foto ilustrasi: D.V)
DKRA Consulting memperkirakan bahwa pada kuartal keempat tahun 2024, segmen apartemen, townhouse, dan vila akan memiliki pasokan yang lebih baik karena banyak proyek sedang melakukan komunikasi untuk mempersiapkan penjualan. Pasokan tersebut terutama terkonsentrasi di Kota Ho Chi Minh dan Binh Duong.
DKRA Consulting menilai Undang-Undang Pertanahan, Undang-Undang Perumahan, dan Undang-Undang Usaha Properti akan segera berlaku dan suku bunga kredit akan tetap rendah. Faktor-faktor ini berdampak positif pada permintaan pasar. Likuiditas dan harga pasar sekunder diperkirakan akan terus mengalami perubahan positif karena tingginya permintaan pembelian rumah di akhir tahun.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)