Pada tanggal 29 Juli, Booking.com merilis Laporan Global tentang adopsi AI (kecerdasan buatan) berdasarkan survei terhadap lebih dari 37.000 konsumen di 33 pasar, termasuk Vietnam, untuk mengeksplorasi bagaimana orang menggunakan, tingkat kepercayaan mereka, dan respons mereka terhadap penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari serta di sektor pariwisata .
Laporan tersebut menunjukkan gambaran multidimensi pandangan pengguna terhadap AI: 99% pengguna Vietnam antusias dengan AI, 86% familier dengan teknologi ini, dan 99% ingin menerapkan AI dalam rencana perjalanan di masa mendatang.

Meskipun banyak orang menyambut potensi AI, banyak pula individu yang masih berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi ini. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi AI perlu dilakukan secara bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan manfaat dan kepercayaan konsumen. Perspektif dan sudut pandang baru ini akan berkontribusi dalam membentuk masa depan AI di sektor pariwisata serta berbagai sektor lainnya di Vietnam.

AI dengan cepat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan, dengan 58% wisatawan Vietnam memperkirakan otomatisasi proses perencanaan perjalanan mereka akan menjadi lebih umum dalam waktu dekat.
Menurut James Waters, Chief Business Officer di Booking.com, AI merupakan salah satu perubahan teknologi terpenting yang membentuk cara konsumen berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. Seiring perkembangan teknologinya, AI memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah, meningkatkan ekspektasi untuk setiap pengalaman.

Baru-baru ini, dalam Lokakarya "AI dan Keamanan Informasi di Era Digital" (yang diselenggarakan oleh Dewan Pengusaha Wanita Vietnam bekerja sama dengan Yayasan Asia dan Asosiasi Pengusaha Wanita Da Nang), Ibu Le Hong Thuy Tien, Direktur Jenderal Imex Pan Pacific Group, menilai bahwa AI bukan sekadar alat, tetapi juga platform strategis penting yang akan membentuk cara kita berpikir, beroperasi, dan menciptakan nilai di masa depan.
"AI hanya benar-benar efektif jika dipadukan dengan solusi keamanan yang komprehensif. IPPG telah secara proaktif membangun sistem keamanan sejak awal, dengan tiga lapisan perlindungan inti: tata kelola data dan AI yang bertanggung jawab, infrastruktur keamanan berlapis, dan pengembangan budaya keamanan informasi," tegas Ibu Le Hong Thuy Tien.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/trien-khai-tri-tue-nhan-tao-can-thuc-hien-co-trach-nhiem-post805923.html
Komentar (0)