Menurut bek Jonathan Khemdee, wasit membuat banyak kesalahan besar yang membuat frustrasi pemain kedua tim, hingga berujung pada perkelahian di final sepak bola putra SEA Games ke-32.
Tim Thailand dan Indonesia sempat bentrok dua kali di laga pamungkas SEA Games ke-32, malam hari, 16 Mei. Puncaknya, kedua tim bersitegang setelah penyerang Indonesia, Irfan Jauhari, memperbesar skor menjadi 3-2 pada menit ke-91 perpanjangan waktu, yang memaksa wasit mengeluarkan lima kartu merah.
"Wasit membuat banyak kesalahan, dan itulah yang menyebabkan perkelahian," kata Jonathan Khemdee setelah pertandingan. "Wasit kehilangan kendali permainan, dan kemudian semua orang mulai berkelahi."
Jonathan Khemdee bereaksi kepada wasit setelah gol kedua Thailand. Foto: Hieu Luong
Menurut gelandang Denmark tersebut, kesalahan terbesar wasit adalah gol kedua Thailand. Pada menit kelima injury time babak pertama, Sananta mengangkat bola melewati kiper Soponwit dan mengubah skor menjadi 2-0. Namun, sebelum itu, seorang pemain Indonesia cedera, sehingga wasit menghentikan pertandingan saat Thailand sedang menguasai bola. Ketika pertandingan dilanjutkan, pemain Indonesia tersebut mengoper bola kembali ke Thailand, tetapi Sananta berhasil mencetak gol.
"Bermain sepak bola membutuhkan semangat fair play," kata Khemdee. "Saya kecewa karena gol itu adalah kesalahan besar wasit."
Bek tengah berusia 21 tahun itu merasa sedih karena para penggemar di Stadion Olimpiade harus menyaksikan adegan memalukan yang diciptakan oleh kedua tim. Setelah bermain di Eropa, Khemdee menegaskan bahwa perbedaan terbesar adalah wasit di Asia Tenggara yang kurang baik.
"Wasit tidak mengendalikan pertandingan ini," ujarnya. "Dalam situasi apa pun, wasit harus selalu bersikap adil, tetapi hari ini wasit gagal melakukannya."
Jonathan Khemdee menerima kartu merah tidak langsung setelah melanggar pemain Indonesia pada menit ke-101. Foto: Hieu Luong
Pada menit ke-101, ketika kedua tim bermain dengan 10 pemain, Khemdee melanggar pemain Indonesia dan menerima kartu kuning kedua, yang berarti ia diusir keluar lapangan. Dalam situasi 9 lawan 10 dan kemudian 10 lawan 10, Thailand kebobolan gol keempat mereka. Kemudian, giliran striker Teerasak Phoeminai yang menerima kartu merah tidak langsung, membuat tim bermain dengan 8 pemain dan kebobolan gol kelima di menit terakhir perpanjangan waktu kedua, sehingga kalah 2-5. Kekalahan ini membuat Thailand gagal meraih medali emas untuk tiga pertandingan SEA Games berturut-turut.
Perkembangan utama pertandingan Thailand 2-5 Indonesia.
Bagi Khemdee, ini adalah kekalahan kedua berturut-turutnya di final SEA Games. Pada SEA Games ke-31 tahun lalu, ia dan Thailand kalah 0-1 dari tuan rumah Vietnam setelah sundulan Nham Manh Dung.
Sebelum final SEA Games ke-32, Khemdee mengatakan akan rehat sejenak dari tim nasional Thailand. Keputusan mendadak ini membuat banyak penggemar Thailand bertanya-tanya. "Saya ingin memfokuskan seluruh perhatian saya pada klub saya saat ini," ujar gelandang Ratchaburi FC tersebut.
Hieu Luong (dari Phnom Penh)
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)