Beberapa ahli berpendapat bahwa gotu kola dapat mengurangi risiko pembekuan darah, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pegagan dapat membantu mengurangi pembengkakan dan melancarkan aliran darah. Pegagan mengandung senyawa seperti saponin triterpenoid. Para peneliti percaya bahwa senyawa ini memberikan banyak manfaat kesehatan.
Pegagan memiliki banyak manfaat kesehatan.
Meningkatkan fungsi kognitif
Pegagan dapat meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif secara keseluruhan, yang berarti berpotensi dalam mengobati penyakit Alzheimer. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa pegagan cukup efektif dalam meningkatkan daya ingat.
Mendukung pengobatan varises
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pegagan dapat digunakan untuk membantu mengobati varises. Sebuah uji coba menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen pegagan selama delapan minggu mengalami penurunan peradangan dan nyeri pada pembuluh darah vena mereka, menurut situs medis WebMD .
Orang yang punya masalah hati sebaiknya menghindari minum tanaman pegagan.
Efek samping dari tanaman pegagan
Secara umum, efek samping pegagan jarang terjadi. Namun, mengonsumsi pegagan terlalu banyak dapat menyebabkan pusing, rasa kantuk yang berlebihan, sakit kepala, mual, dan sakit perut.
Jika Anda memiliki reaksi alergi parah terhadap gotu kola, gejalanya mungkin meliputi kesulitan bernapas, gatal, dan ruam, menurut Verywell Health.
Siapa saja yang tidak boleh minum jus pegagan?
Diabetes : Pegagan dapat menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu, minum jus pegagan sebaiknya dihindari saat mengonsumsi obat diabetes, seperti insulin atau metformin.
Kolesterol tinggi : Pegagan dapat mengubah kadar kolesterol, jadi konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengonsumsi obat kolesterol, seperti Lipitor (atorvastatin).
Orang dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi mengonsumsi diuretik: Karena gotu kola dapat menghilangkan kelebihan air melalui urin, jika dikombinasikan dengan diuretik akan menyebabkan dehidrasi.
Lansia: Orang yang berusia di atas 65 tahun sebaiknya mengurangi penggunaan gotu kola.
Meskipun gotu kola umumnya aman digunakan, karena risiko kerusakan hati, gotu kola hanya boleh digunakan dalam jangka waktu pendek, tidak lebih dari 14 hari.
Dan orang-orang yang sedang mengonsumsi obat untuk penyakit-penyakit di atas sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi tanaman cengkeh.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)