(CLO) Kebakaran besar melanda daerah kumuh pesisir di ibu kota Filipina, Manila, pada hari Minggu, menyebabkan sedikitnya 2.000 keluarga kehilangan tempat tinggal karena kobaran api berlangsung selama hampir delapan jam.
Rekaman drone dari Kantor Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Manila menunjukkan api oranye yang ganas membakar rumah panggung di Isla Puting Bato, sebuah daerah kumuh di Tondo, Manila.
X [sematkan]https://www.youtube.com/watch?v=nVlK9dE8r04[/sematkan]
Video kebakaran (sumber: YouTube/ABC News)
Departemen Pemadam Kebakaran Manila mengatakan sekitar 1.000 rumah hancur dan sekitar 8.000 orang mengungsi akibat kebakaran yang terjadi pada pukul 8 pagi hari Minggu dan berlangsung hingga pukul 4 sore.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab bencana kebakaran tersebut, tetapi kebakaran di daerah kumuh Manila sering kali disebabkan oleh kabel listrik yang rusak atau tabung gas.
Helikopter Angkatan Udara Filipina menjatuhkan air ke permukiman kumuh yang terbakar di Tondo, Manila, pada hari Minggu. Foto: AFP
Isla Puting Bato, yang terletak di distrik Tondo, adalah permukiman kumuh terbesar di Manila, yang dihuni sekitar 654.220 jiwa. Banyak di antara mereka tinggal di gubuk-gubuk kumuh di jalanan padat dekat pelabuhan komersial yang ramai.
Foto-foto menunjukkan orang-orang menyelamatkan diri dari kebakaran dengan rakit darurat ke laut sementara yang lain mencoba menyelamatkan barang-barang mereka.
Warga dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Foto: Getty
Elvira Valdemoro, 58, warga Manila dan pemilik toko, sangat terpukul atas kehilangan tersebut.
"Saya merasa sedih karena kami tidak punya mata pencaharian dan rumah. Semuanya hilang. Kami tidak tahu bagaimana caranya makan. Situasi kami sangat buruk, dan Natal akan segera tiba," ujarnya kepada Reuters.
Warga menyaksikan rumah-rumah terbakar di Tondo, Manila. Foto: AFP
Wali Kota Manila Maria Sheilah “Honey” Lacuna-Pangan mengunjungi Isla Puting Bato pada hari Senin dan berbicara dengan para penyintas yang terpaksa bermalam di tenda-tenda darurat.
"Mohon bersabar. Kami akan terus datang membantu. Tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi," ujar Lacuna-Pangan kepada warga. Ia mendesak warga untuk mendaftar dan mengungsi secara sukarela ke tempat penampungan sementara, di mana mereka akan diberikan makanan dan perlengkapan.
Warga membawa barang-barang mereka dengan rakit darurat saat kebakaran. Foto: AFP
Seorang petugas pemadam kebakaran menggendong seekor anjing yang diselamatkan dari kebakaran di daerah kumuh di Manila. Foto: Reuters
Huy Hoang (menurut ABC, CNN, Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/video-va-hinh-anh-hoa-hoan-kinh-hoang-o-khu-o-chuot-lon-nhat-philippines-post322872.html
Komentar (0)