Sesuai Pasal 19 Surat Edaran 24/2023/TT-BCA, terdapat peraturan mengenai kasus-kasus di mana mobil didaftarkan sementara. Untuk informasi lebih lanjut, silakan merujuk pada pasal di bawah ini.
1. Dalam kasus apa mobil dapat didaftarkan sementara?
Secara spesifik, Pasal 19 Surat Edaran 24/2023/TT-BCA mengatur hal-hal yang menyebabkan mobil didaftarkan sementara adalah sebagai berikut:
(1) Kendaraan bermotor yang diekspor, diimpor atau dibuat, dirakit dan diedarkan dari pabrik ke gudang pelabuhan atau dari gudang pelabuhan, pabrik, pedagang kendaraan bermotor ke tempat pendaftaran kendaraan bermotor atau ke pedagang dan gudang penyimpanan lainnya.
(2) Mobil dikenakan prosedur penarikan kembali untuk diekspor kembali ke negara tersebut atau pemindahtanganan kepemilikan.
(3) Mobil yang beroperasi di area terbatas (kendaraan yang tidak berpartisipasi dalam lalu lintas jalan raya).
(4) Kendaraan bermotor yang terdaftar di luar negeri dan mendapat izin dari instansi yang berwenang, termasuk mobil dengan setir kanan (setir mundur), yang masuk ke Indonesia untuk transit, impor sementara, dan ekspor ulang dalam jangka waktu terbatas dengan tujuan mengikuti konferensi, pekan raya, pameran, pendidikan jasmani, olah raga , dan pariwisata; kecuali kendaraan bermotor yang tidak memerlukan plat nomor sementara berdasarkan perjanjian internasional yang telah diikuti Indonesia.
(5) Kendaraan yang diimpor sementara, diekspor kembali, atau kendaraan yang diproduksi atau dirakit di Vietnam diuji di jalan umum.
(6) Kendaraan yang melayani konferensi yang diselenggarakan oleh Partai dan Negara.
2. Masa Berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Sementara untuk Kendaraan Bermotor
Masa berlaku surat tanda registrasi kendaraan bermotor sementara untuk mobil sesuai Pasal 22 Surat Edaran 24/2023/TT-BCA adalah sebagai berikut:
- Hal-hal yang dimaksud pada ayat (1) dan (2) ayat 1:
STNK sementara berlaku selama 15 hari; dapat diperpanjang satu kali dengan jangka waktu maksimal 15 hari. Saat memperpanjang, pemilik kendaraan wajib melaporkan STNK sementara di portal layanan publik atau langsung ke kantor pelayanan kendaraan.
- Untuk hal-hal sebagaimana dimaksud pada ayat (3), (4), (5) dan (6) ayat 1:
Sertifikat registrasi kendaraan sementara dicatat untuk periode yang diizinkan oleh otoritas yang berwenang untuk melayani kegiatan tersebut.
- Kendaraan bermotor yang terdaftar sementara diperbolehkan ikut serta dalam lalu lintas sesuai dengan batas waktu, rute, dan ruang lingkup operasi yang tercantum dalam surat tanda registrasi kendaraan sementara.
3. Berkas registrasi kendaraan sementara untuk mobil
Dokumen registrasi kendaraan sementara untuk mobil sesuai Pasal 20 Surat Edaran 24/2023/TT-BCA adalah sebagai berikut:
- Surat Tanda Nomor Kendaraan.
- Dokumen kepemilikan kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Surat Edaran 24/2023/TT-BCA.
- Dokumen kendaraan, termasuk salah satu dokumen berikut:
+ Data elektronik atau salinan dokumen asal kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Ayat 1 Surat Edaran Nomor 24/2023/TT-BCA atau salinan faktur atau nota serah terima gudang (dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Ayat 1 Surat Edaran Nomor 24/2023/TT-BCA);
+ Memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK); apabila kendaraan bermotor belum terdaftar, wajib memiliki Surat Keterangan Asal Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Ayat 1 Surat Edaran Nomor 24/2023/TT-BCA (dalam hal dimaksud dalam Pasal 19 Ayat 3 Surat Edaran Nomor 24/2023/TT-BCA);
+ Izin lalu lintas dari instansi yang berwenang, dengan daftar kendaraan dan salinan registrasi kendaraan dari negara asal (dalam hal yang ditentukan dalam Klausul 4, Pasal 19, Surat Edaran 24/2023/TT-BCA);
+ Dokumen yang menegaskan bahwa kendaraan tersebut menjamin keselamatan teknis dan kualitas perlindungan lingkungan, dan diizinkan untuk diuji di jalan umum oleh Vietnam Register (dalam kasus yang ditentukan dalam Klausul 5, Pasal 19 Surat Edaran 24/2023/TT-BCA);
+ Dokumen persetujuan permohonan registrasi kendaraan sementara dari instansi yang berwenang, dengan melampirkan daftar kendaraan (dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Klausul 6, Surat Edaran 24/2023/TT-BCA).
- Dalam hal pemilik kendaraan melakukan prosedur penarikan kembali untuk mengekspor kembali kendaraannya ke negara asal atau mengalihkan kepemilikan kendaraan, maka akan diterbitkan STNK sementara beserta dokumen penarikannya (apabila pemilik kendaraan memintanya) tanpa harus memiliki dokumen STNK sementara.
4. Prosedur registrasi kendaraan sementara untuk mobil
Tata cara pendaftaran kendaraan sementara untuk mobil sesuai Pasal 21 Surat Edaran 24/2023/TT-BCA adalah sebagai berikut:
- Melaksanakan pelayanan publik secara daring di seluruh proses, untuk hal-hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Ayat 1 Surat Edaran Nomor 24/2023/TT-BCA.
+ Pemilik kendaraan bermotor melaporkan STNK dan melampirkan copy faktur penjualan atau nota serah terima gudang pada portal layanan publik;
+ Setelah memeriksa dokumen yang sah, instansi pendaftaran kendaraan bermotor memberitahukan pemilik kendaraan untuk membayar biaya yang ditentukan; pemilik kendaraan menerima hasil verifikasi dan mencetak sertifikat pendaftaran kendaraan sementara di portal layanan publik.
- Melaksanakan pelayanan publik sebagian secara daring (kecuali sebagaimana dimaksud pada Pasal 1, Pasal 21 Surat Edaran Nomor 24/2023/TT-BCA)
+ Pemilik kendaraan bermotor melakukan pelaporan STNK melalui portal pelayanan publik; memberikan kode berkas STNK secara online dan menyampaikan dokumen STNK sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 Surat Edaran Nomor 24/2023/TT-BCA; dalam hal tidak memungkinkan melalui portal pelayanan publik, pemilik kendaraan bermotor dapat melaporkan langsung ke kantor pelayanan STNK di lokasi yang telah ditentukan;
+ Setelah menerima dan memeriksa dokumen yang sah, instansi pendaftaran kendaraan bermotor melakukan pemungutan biaya dan menerbitkan surat tanda registrasi kendaraan sementara dan plat nomor sementara kepada pemilik kendaraan sesuai ketentuan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)