Di sini, para ahli berbagi enam hal yang dapat dilakukan orang berusia 50 tahun ke atas untuk menjaga fungsi kognitif dan daya ingat mereka tetap tajam.
Orang berusia 50 tahun ke atas perlu menjaga otaknya tetap tajam.
Jangan pernah berhenti belajar
Orang-orang masih berpikir bahwa pada usia tertentu sudah "terlambat" untuk mempelajari sesuatu yang baru.
Namun, menurut Dr Anthony Thompson, kepala program psikologi pascasarjana di Arden University (Inggris), penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembelajaran seumur hidup merupakan faktor penting untuk kesehatan otak yang baik seiring bertambahnya usia.
Secara spesifik, mempelajari keterampilan baru dan memperoleh pengetahuan dapat merangsang pertumbuhan koneksi saraf baru dan meningkatkan plastisitas otak secara keseluruhan. Hal ini dapat memberikan banyak dampak positif pada fungsi kognitif, termasuk peningkatan daya ingat, perhatian, dan keterampilan memecahkan masalah.
Mulai dari menjadi sukarelawan hingga menekuni hobi, alat musik, atau bahasa baru, temukan hal-hal baru untuk menjaga pikiran Anda tetap terlatih dengan baik.
Mulai dari menjadi sukarelawan hingga menekuni hobi, alat musik, atau bahasa baru, temukan hal-hal baru untuk menjaga pikiran Anda tetap terlatih dengan baik.
Selalu aktif
Bertujuan untuk setidaknya 150 menit olahraga sedang seminggu, kata Dr Adam Moreton, konsultan spesialis kesehatan mental untuk orang tua di Pall Mall Medical Clinic di Inggris.
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga teratur baik untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk otak.
Tidur yang cukup
Tidur berkualitas sangat penting untuk konsolidasi memori dan fungsi kognitif, tambah Dr. Moreton. Usahakan tidur nyenyak selama 7 hingga 9 jam setiap malam.
Namun, beberapa orang mungkin membutuhkan lebih sedikit tidur, dan jumlah tidur yang dibutuhkan dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Perhatikan pola makan Anda
Makanan dan minuman juga merupakan faktor yang membantu menjaga kesehatan otak.
Pola makan yang kaya buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh dan protein rendah lemak dapat mendukung kesehatan otak, kata Dr. Moreton.
Asam lemak omega-3, yang ditemukan dalam ikan dan kacang-kacangan, juga bermanfaat bagi otak. Selain itu, ingatlah untuk minum cukup air, kurangi alkohol, dan merokok.
Santai
Stres kronis juga dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif, kata Dr. Moreton.
Latihan seperti meditasi, pernapasan dalam, dan yoga dapat membantu mengurangi stres. Mengatasi stres dan depresi dapat membantu mengatasi masalah ingatan.
Menyampaikan
Kesepian dan isolasi sosial menyebabkan buruknya kesehatan fisik dan mental, termasuk penurunan kognitif.
Menjaga hubungan sosial, tetap aktif secara mental melalui percakapan dan aktivitas sosial dapat mendukung kesehatan kognitif, kata Dr. Moreton, menurut Daily Mail.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)