Mengganti daging merah dan daging olahan dengan produk susu, sayuran, ikan berlemak, dan kacang-kacangan membantu mengurangi risiko kanker kolorektal.
Kanker kolorektal dapat terjadi pada pria maupun wanita, tetapi lebih umum terjadi pada pria. Orang berusia di atas 50 tahun, penderita diabetes, penyakit radang usus, dan polip usus besar lebih mungkin terkena kanker jenis ini.
Membuat perubahan gaya hidup sehat, berolahraga, menjaga berat badan sehat, menghindari paparan zat beracun, dan memilih makanan sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit.
Berikut adalah makanan yang harus diprioritaskan atau dibatasi untuk mencegah kanker kolorektal.
Harus makan
Susu Kaya kalsium, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan, dan mengurangi risiko kanker kolorektal. Mengonsumsi makanan kaya vitamin D atau suplemen vitamin D dengan susu membantu meningkatkan kemampuan melawan kanker jenis ini.
Biji-bijian utuh kaya akan nutrisi, menyediakan magnesium dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Serat membantu pergerakan feses dan dapat mengeluarkan senyawa penyebab kanker dari rektum. Seseorang dapat mengonsumsi sekitar 90 gram biji-bijian utuh per hari, seperti oatmeal, roti gandum utuh, atau beras merah. Variasikan jenis dan metode penyajiannya agar tidak bosan.
Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang polong, dan lentil kaya akan serat, protein, serta vitamin B dan E. Flavonoid dalam kacang membantu mencegah pertumbuhan tumor. Kacang juga mengandung beberapa antioksidan yang dapat melindungi sistem pencernaan, sehingga mengurangi risiko kanker kolorektal. Kacang dapat digunakan dalam sup, teh, dan semur dengan kaldu.
Buah-buahan dan sayuran berwarna-warni juga termasuk dalam kelompok makanan yang sebaiknya dikonsumsi untuk mencegah kanker kolorektal. Makanan ini mengandung zat alami (fitokimia) yang membantu mencegah pertumbuhan sel kanker dan melawan peradangan yang dapat dengan mudah memicu kanker.
Sayuran dan buah-buahan yang kaya serat dan vitamin merupakan bagian dari pola makan sehat. Beberapa sayuran cruciferous sebaiknya diprioritaskan, termasuk kangkung, brokoli, kubis, dan buah-buahan yang kaya vitamin C seperti jeruk dan jeruk bali.
Salad buah baik untuk kesehatan. Foto: Anh Chi
Ikan berlemak seperti salmon kaya akan asam lemak omega-3, yang baik untuk kesehatan jantung dan memperlambat pertumbuhan sel kanker. Selain mengonsumsi ikan, Anda juga harus mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, serta memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan hijau. Batasi konsumsi ikan yang tinggi merkuri seperti ikan todak, tuna, tilefish, dan makerel karena dapat membahayakan kesehatan Anda.
Harus dibatasi
Daging merah seperti sapi, babi, dan domba meningkatkan risiko kanker kolorektal. Heme, yang memberikan pigmen merah pada daging, dapat melemahkan sel, memungkinkan bakteri menghasilkan zat beracun yang memicu kanker.
Risiko kanker meningkat jika daging merah dimasak pada suhu tinggi, dibumbui dengan banyak, dan melewati banyak tahap pengolahan.
Anda harus mengonsumsi kurang dari 500g daging merah per minggu, mengutamakan hidangan segar yang diproses dan direndam secara minimal.
Daging olahan , termasuk sosis, hot dog, bacon, dan ham, diberi garam berlebih, diawetkan secara kimia, dan melalui beberapa tahap pengolahan. Proses-proses ini menyebabkan nitrit berubah menjadi senyawa N-nitroso atau NOC yang bersifat karsinogenik. Amina heterosiklik (HCA) dan amina polisiklik (PCA) yang dihasilkan ketika daging dimasak pada suhu tinggi juga dapat merusak usus, sehingga meningkatkan risiko kanker kolorektal.
Minum lebih dari dua hingga tiga gelas minuman sehari secara teratur meningkatkan risiko penyakit ini hingga 40%. Menurut WebMD , minum segelas anggur sesekali tampaknya tidak memengaruhi risiko kanker kolorektal.
Anh Chi (Menurut WebMD )
Pembaca mengajukan pertanyaan tentang kanker di sini agar dokter menjawabnya |
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)