Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Makanan apa saja yang harus Anda konsumsi dan hindari untuk mencegah kanker kolorektal?

VnExpressVnExpress13/03/2024


Mengganti daging merah dan daging olahan dengan produk susu, buah-buahan dan sayuran, ikan berlemak, dan kacang-kacangan dapat membantu mengurangi risiko kanker kolorektal.

Kanker kolorektal dapat terjadi pada pria dan wanita, tetapi lebih umum terjadi pada pria. Orang yang berusia di atas 50 tahun, penderita diabetes, penyakit radang usus, atau polip usus besar memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker jenis ini.

Mengadopsi gaya hidup sehat, berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari paparan racun, dan memilih makanan sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit.

Berikut adalah makanan yang sebaiknya diprioritaskan atau dibatasi untuk membantu mencegah kanker kolorektal.

Harus makan

Susu Kaya akan kalsium, susu berkontribusi pada peningkatan kekebalan tubuh, bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan, dan mengurangi risiko kanker kolorektal. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D atau suplemen vitamin D bersamaan dengan susu membantu meningkatkan daya tahan terhadap jenis kanker ini.

Biji-bijian utuh kaya akan nutrisi, menyediakan magnesium dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Serat membantu melancarkan buang air besar dan dapat membantu menghilangkan senyawa karsinogenik dari rektum. Seseorang dapat mengonsumsi sekitar 90g biji-bijian utuh setiap hari, seperti oatmeal, roti gandum utuh, atau beras merah. Memvariasikan jenis dan metode pengolahannya akan mencegah kebosanan.

Kacang-kacangan seperti kedelai, kacang polong, dan lentil kaya akan serat, protein, serta vitamin B dan E. Senyawa flavonoid dalam kacang-kacangan berkontribusi dalam mencegah pertumbuhan tumor. Kacang-kacangan juga mengandung beberapa antioksidan yang dapat melindungi sistem pencernaan dan mengurangi risiko kanker kolorektal. Kacang-kacangan dapat digunakan dalam sup, makanan penutup, dan semur.

Buah-buahan berwarna-warni dan sayuran hijau Makanan-makanan ini juga termasuk yang direkomendasikan untuk mencegah kanker kolorektal. Makanan-makanan ini mengandung zat alami (fitokimia) yang membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dan melawan peradangan, yang dapat dengan mudah menyebabkan kanker.

Buah dan sayuran yang kaya serat dan vitamin merupakan bagian dari diet sehat. Prioritaskan sayuran silangan, termasuk kale, brokoli, dan kubis, serta buah-buahan yang kaya vitamin C seperti jeruk dan grapefruit.

Salad buah baik untuk kesehatan Anda. Foto: Anh Chi

Salad buah baik untuk kesehatan Anda. Foto: Anh Chi

Ikan berlemak seperti salmon kaya akan asam lemak omega-3, yang baik untuk kesehatan kardiovaskular dan dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Selain mengonsumsi ikan, Anda juga harus mengurangi asupan daging merah dan daging olahan, serta meningkatkan konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan. Batasi asupan ikan yang tinggi merkuri, seperti ikan todak, tuna, tilefish, dan mackerel, karena dapat membahayakan kesehatan Anda.

Harus dibatasi

Daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba meningkatkan risiko kanker kolorektal. Zat hem, yang memberi warna merah pada daging, dapat melemahkan sel, menciptakan kondisi bagi bakteri untuk menghasilkan racun berbahaya, yang menyebabkan kanker.

Risiko kanker meningkat jika daging merah dimasak pada suhu tinggi, diberi banyak bumbu, dan melalui banyak tahapan pengolahan.

Anda sebaiknya mengonsumsi kurang dari 500g daging merah per minggu, dengan memprioritaskan pilihan yang segar, diproses seminimal mungkin, dan dibumbui ringan.

Daging olahan , termasuk sosis, hot dog, bacon, dan ham, diberi banyak garam, diawetkan dengan bahan kimia, dan melalui berbagai tahapan pengolahan. Proses-proses ini menyebabkan nitrit berubah menjadi senyawa N-nitroso atau NOC yang bersifat karsinogenik. Amina heterosiklik (HCA) dan amina polisiklik (PCA), yang dihasilkan saat memasak daging pada suhu tinggi, juga dapat merusak usus dan meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Mengonsumsi lebih dari 2-3 gelas alkohol per hari meningkatkan risiko terkena penyakit ini sebesar 40%. Menurut WebMD , minum segelas anggur sesekali tampaknya tidak memengaruhi kemungkinan terkena kanker kolorektal.

( Menurut WebMD )

Pembaca dapat mengajukan pertanyaan tentang kanker di sini agar dijawab oleh dokter.


Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Sekolah Bahagia

Sekolah Bahagia

Rasakan kebahagiaan

Rasakan kebahagiaan

Pameran Nasional

Pameran Nasional