Saham pembuat iPhone naik 0,6% hingga ditutup pada $189,25, memberi perusahaan kapitalisasi pasar lebih dari $2,98 triliun, menurut data Refinitiv.
Sebelumnya, pada 3 Januari 2022, raksasa teknologi itu juga melampaui angka kapitalisasi pasar $3 triliun sebelum jatuh setelah sesi perdagangan berakhir.
Lonjakan terbaru dalam harga saham perusahaan paling berharga di dunia ini menyusul reli kuat pada nama-nama besar teknologi di Wall Street, dipadukan dengan optimisme mengenai potensi kecerdasan buatan, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve AS hampir mengakhiri kenaikan suku bunganya.
"Tidak ada informasi baru yang mendukung pergerakan saham. Itu hanya pergerakan pasar," kata Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments.
Pada tahun 2023, saham Apple naik 46%, sementara Nvidia melonjak 185% dan menjadi produsen chip pertama yang mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $1 triliun. Tesla dan Meta Platforms (perusahaan induk Facebook) juga naik dua kali lipat pada tahun tersebut, sementara nilai pasar Microsoft meningkat 40%.
Apple mendekati valuasi $3 triliun setelah meluncurkan headset augmented reality yang mahal awal bulan ini, taruhan paling berisiko sejak iPhone lebih dari satu dekade lalu.
Laporan kuartalan terbaru perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan dan laba menurun, tetapi masih melampaui ekspektasi analis. Selain itu, pembelian kembali saham perusahaan yang stabil menjadikannya investasi yang aman di tengah ekonomi global yang tidak menentu.
Lonjakan saham Apple baru-baru ini jauh melampaui perkiraan analis untuk pendapatan perusahaan di masa mendatang. Saham raksasa teknologi ini diperdagangkan sekitar 29 kali lipat dari pendapatan yang diharapkan, kelipatan tertinggi sejak Februari 2022, menurut Refinitiv.
(Menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)