Dengan lebih dari 70 musim tanam, Bapak Ro Mah Bloi (Desa Triel, Kelurahan Ia Pnon, Distrik Duc Co) sangat memahami perubahan di tanah kelahirannya. Menurut Bapak Bloi, selain kebijakan dan pedoman Partai dan Negara, peran Korps Angkatan Darat ke-15 juga sama pentingnya.
"Baru-baru ini, desa kami diakui sebagai desa pedesaan baru, semua orang senang. Selain investasi dari negara, tim produksi Korps Angkatan Darat ke-15 telah memberikan dukungan berupa hari kerja dan dana untuk perbaikan jalan. Selain itu, banyak orang telah dipekerjakan sebagai pekerja oleh 72 One Member Co., Ltd., sehingga mereka memiliki penghasilan yang stabil," ungkap Bapak Bloi.

Tak hanya Desa Triel, banyak desa di wilayah perbatasan yang telah mencapai standar pedesaan baru juga mendapatkan kontribusi dari unit-unit Korps Angkatan Darat 15. Unit-unit ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menyumbangkan hari kerja dan material untuk membantu daerah-daerah membangun daerah pedesaan baru.
Kolonel Khuat Ba Cao, Sekretaris Komite Partai Korps Angkatan Darat 15, mengatakan: "Dengan kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan untuk "mengembangkan dan memperluas produksi di mana pun memungkinkan, menarik tenaga kerja, dan membangun kawasan permukiman di sana", bersama dengan upaya lokal untuk menciptakan posisi pertahanan yang solid dan saling terhubung, dalam beberapa tahun terakhir, Korps Angkatan Darat 15 telah membangun hampir 13 ribu rumah tangga dengan lebih dari 50 ribu jiwa, membangun 266 klaster permukiman di sepanjang perbatasan, sehingga menghilangkan situasi "penduduk kosong".
Untuk membangun postur pertahanan negara yang berpadu dengan postur keamanan rakyat yang kokoh, serta menciptakan postur tempur gugus-gugus desa dan komune, Korps Marinir berkoordinasi erat dengan berbagai komite dan instansi Partai di daerah, menata gugus-gugus dan titik-titik pemukiman yang tersebar di desa-desa dan dusun-dusun, yang cocok untuk dijadikan daerah-daerah konsentrasi produksi perusahaan, kesatuan, tim produksi, serta rencana-rencana tempur dan pertahanan.

Selain membangun kawasan dan klaster permukiman, Korps 15 juga melaksanakan berbagai model unggulan yang sangat diapresiasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat, seperti: "Bunyi gong untuk menjaga keamanan perbatasan negara", "Kamera keamanan", "Cahaya desa"...
Sejak tahun 2023 hingga saat ini, Korps Marinir telah mengarahkan perusahaan-perusahaan afiliasinya, badan usaha, dan kelompok ekonomi pertahanan untuk berkoordinasi erat dengan komite dan otoritas Partai setempat guna memasang 181 gong alarm di instansi dan unit-unit militer; 84 gong alarm di desa-desa dan dusun-dusun perbatasan; lebih dari 200 kamera pengawas, dan lebih dari 10 proyek "Bintang Matahari di Desa".
Setiap kali ada laporan tindak pidana, kecelakaan atau orang asing memasuki wilayah perbatasan, gong berbunyi untuk memberitahukan semua orang agar bersatu padu menyelesaikan dan menangani situasi tersebut.
Untuk membantu daerah membangun daerah pedesaan baru, sejak awal tahun, Korps telah memobilisasi 38.000 hari kerja bersama masyarakat untuk membersihkan tempat umum, membimbing masyarakat merenovasi kebun campuran, mengembangkan produksi, mengatasi konsekuensi bencana alam, epidemi, dan penyelamatan.
Selain itu, Korps telah meminjamkan hampir 1.300 hektar lahan kepada etnis minoritas untuk menanam kembali pohon karet untuk menanam padi dan tanaman lainnya; dan mendukung lebih dari 8 miliar VND untuk membeli benih, bahan, dan sarana produksi.
Dalam rangka melaksanakan gerakan "TNI AD Bergotong Royong Bersihkan Rumah Sementara dan Rumah Reyot", Korps Marinir telah membantu pembangunan dan perbaikan 357 unit rumah senilai hampir 17 miliar VND; menyerahkan 23.000 bingkisan senilai lebih dari 9,5 miliar VND kepada perwira, prajurit, buruh, dan masyarakat yang mengalami musibah pada masa liburan dan Hari Raya Tet.
Selain itu, sejak awal tahun, Korps telah menyelenggarakan 218 sesi propaganda, memobilisasi orang untuk mematuhi pedoman dan kebijakan Partai, kebijakan dan undang-undang Negara, isu-isu yang terkait dengan kebijakan untuk kelompok etnis minoritas, bersama dengan menghormati dan memberi penghargaan kepada para tetua desa, kepala desa, sekretaris sel partai, dan orang-orang terhormat di daerah etnis minoritas...

Sejak awal tahun, Korps telah menghabiskan lebih dari 87 miliar VND untuk memberikan lebih dari 82.000 bingkisan kepada kader, pekerja dan masyarakat di wilayah tempat kesatuan itu berada.
“Ke depannya, Korps akan terus mengarahkan instansi dan satuan untuk merekrut tenaga kerja lokal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dapat melaksanakan mobilisasi massa secara efektif, terutama dalam pembangunan pedesaan baru,” tambah Kolonel Khuat Ba Cao.
Sumber: https://baogialai.com.vn/binh-doan-15-xay-dung-the-tran-long-dan-tren-bien-gioi-post328694.html
Komentar (0)