Kementerian Konstruksi tegaskan sikap terkait pengenaan pajak atas kepemilikan properti ganda
Dalam rapat baru-baru ini, perwakilan Kementerian Konstruksi mengemukakan alasan di balik lonjakan harga perumahan/tanah. Bersamaan dengan itu, Kementerian juga mengusulkan solusi untuk memperbaiki situasi, termasuk mengenakan pajak kepada pemilik properti yang banyak.
Pada konferensi pers rutin kuartal ketiga tahun 2024 Kementerian Konstruksi, Bapak Vuong Duy Dung, Wakil Direktur Departemen Perumahan dan Manajemen Pasar Real Estat, mengemukakan 3 alasan tingginya kenaikan harga real estat.
Faktor pertama berasal dari meningkatnya biaya input untuk pengembangan proyek baru, terutama biaya penggunaan lahan. Alasan kedua berasal dari fakta bahwa pasokan, meskipun membaik, masih terbatas. Inilah alasan mengapa banyak broker dan spekulan memanfaatkannya untuk menggelembungkan harga, yang menyebabkan gangguan pasar.
Faktor ketiga yang menyebabkan harga rumah/tanah melonjak "meroket" adalah belum berkembangnya saluran investasi lain. Hal ini menyebabkan banyak orang menginvestasikan uangnya di properti sebagai saluran akumulasi dan investasi yang menguntungkan, sehingga menyebabkan harga pasar terus terdorong naik.
Bapak Vuong Duy Dung, Wakil Direktur Departemen Perumahan dan Pengelolaan Pasar Properti, berbicara di konferensi pers. Foto: Kementerian Konstruksi |
Untuk mengendalikan harga real estat, Tn. Vuong Duy Dung mengatakan Kementerian Konstruksi telah melaporkan kepada Pemerintah sejumlah solusi untuk secara efektif menerapkan tiga undang-undang baru yang terkait dengan pasar real estat dan dokumen panduan untuk menghilangkan kesulitan bagi pasar.
Selain itu, perwakilan Kementerian Konstruksi juga menegaskan kembali pendiriannya tentang penelitian dan penerapan kebijakan pajak bagi mereka yang memiliki dan menggunakan lebih dari satu rumah/tanah, guna membatasi kegiatan spekulatif dan "berselancar". Namun, Bapak Dung juga menegaskan bahwa instansi terkait harus menilai dampak solusi ini secara cermat, menyeluruh, dan komprehensif sebelum menerapkannya.
Menyusul penyimpangan dalam lelang tanah di pinggiran kota Hanoi , Kementerian Konstruksi menyatakan perlunya kajian dan penyempurnaan regulasi terkait lelang tanah agar sesuai dengan situasi aktual. Solusinya akan diterapkan dengan meningkatkan uang muka, menentukan harga awal tanah yang mendekati kondisi aktual wilayah tersebut, mempersingkat waktu pembayaran lelang pemenang, dan membatasi jumlah peserta lelang untuk tujuan spekulasi.
Bersamaan dengan itu, pengawasan, pemeriksaan, dan peninjauan terhadap pelaksanaan lelang tanah dan lelang proyek juga perlu ditingkatkan efisiensinya; segera mendeteksi dan menindak pelanggaran secara tegas sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, Kementerian Konstruksi juga akan mengkaji dan mengusulkan kepada otoritas terkait untuk mempertimbangkan uji coba model pusat transaksi real estat dan hak guna lahan yang dikelola oleh Negara. Ini akan menjadi solusi untuk menghentikan kolusi antar-pialang untuk menaikkan harga rumah.
[iklan_2]
Sumber: https://baodautu.vn/batdongsan/bo-xay-dung-tai-khang-dinh-lap-truong-danh-thue-cac-truong-hop-so-huu-nhieu-nha-dat-d227720.html
Komentar (0)