Pada tanggal 22 Agustus, Rumah Sakit Rakyat Gia Dinh (Kota Ho Chi Minh) melaporkan tentang operasi khusus yang dilakukan pada seorang wanita hamil yang menderita kanker.
Pasien, Ibu VHM (34 tahun, berdomisili di Kota Ho Chi Minh), didiagnosis menderita kanker usus besar saat hamil 26-27 minggu.
Segera, dokter dari departemen Bedah Gastrointestinal, Kebidanan dan Ginekologi, serta Patologi Neonatal mengadakan konsultasi untuk menemukan rencana perawatan yang optimal. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan ibu dan peluang kelangsungan hidup janin.
Para ahli sepakat bahwa kehamilan sebaiknya dilanjutkan hingga usia kehamilan 32-34 minggu jika ibu tidak menunjukkan tanda-tanda obstruksi usus. Jika terjadi komplikasi, operasi darurat harus dilakukan untuk menyelamatkan ibu.

Sepanjang proses pemantauan, dokter memberikan perhatian khusus pada risiko obstruksi usus, pendarahan, kelelahan, dan metastasis pada ibu. Bersamaan dengan itu, kesehatan janin dipantau secara ketat. Dokter juga merencanakan penggunaan kortikosteroid untuk membantu perkembangan paru-paru janin dan magnesium sulfat untuk melindungi otak sebelum operasi caesar.
Pada usia kehamilan 32 minggu, sesuai rencana, tim bedah melanjutkan operasi. Setelah dua jam yang menegangkan, tim bedah mengangkat bagian usus besar sepanjang 10 cm yang berisi tumor, dan seorang bayi laki-laki dengan berat 1,7 kg lahir dengan selamat.
Seminggu kemudian, sang ibu pulih dengan baik dan dipulangkan dari rumah sakit, melanjutkan pengobatan kankernya. Bayi laki-laki prematur itu menerima perawatan khusus di Unit Perawatan Intensif Neonatal sejak lahir. Ia tidak lagi membutuhkan dukungan pernapasan, sudah mulai makan, dan sedang bersiap untuk dipulangkan agar bisa bersama ibunya.

Menurut Dr. Hứa Thị Chi, seorang spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Rakyat Gia Định, kanker usus besar pada wanita hamil cukup jarang terjadi, dengan angka kejadian sekitar 1 banding 13.000 hingga 1 banding 50.000 kehamilan. Gejalanya mudah disalahartikan sebagai perubahan fisiologis selama kehamilan, sehingga seringkali menyebabkan keterlambatan diagnosis.
Kasus VHM pada ibu hamil merupakan tantangan besar karena membutuhkan jaminan keselamatan ibu sekaligus memberikan kesempatan bagi janin untuk bertahan hidup.
Keberhasilan operasi ini bukan hanya karena kolaborasi yang erat dan terkoordinasi antara berbagai spesialisasi, tetapi juga karena ketabahan sang ibu serta persetujuan dan dukungan dari keluarganya.
Dr. Hứa Thị Chi menyarankan agar wanita hamil yang mengalami gejala pencernaan yang tidak biasa seperti lendir berdarah dalam tinja, diare, sembelit berkepanjangan, nyeri perut tumpul, anemia, penurunan berat badan, dll., segera mencari pertolongan medis. Diagnosis dan pengobatan tepat waktu tidak hanya menyelamatkan ibu tetapi juga memberi janin kesempatan untuk bertahan hidup.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/ca-phau-thuat-dac-biet-cuu-thai-nhi-va-nguoi-me-bi-ung-thu-post809550.html






Komentar (0)