Telur rebus, smoothie, dan oatmeal yang lembut dan mudah dicerna merupakan hidangan sarapan yang cocok bagi penderita penyakit refluks gastroesofageal.
Penderita penyakit ini sering mengalami refluks asam, rasa panas di dada, sendawa, dan mulut asam, terutama saat makan. Berikut adalah saran sarapan untuk membantu pasien mengurangi rasa tidak nyaman.
Telur rebus
Penderita GERD sebaiknya menghindari telur yang digoreng dengan mentega atau minyak. Telur rebus atau panggang adalah pilihan yang lebih baik. Konsumsi telur rebus dengan teh jahe untuk melancarkan pencernaan. Tambahkan granola bar rendah gula ke dalam menu ini untuk menambah serat bagi tubuh Anda.
Havermut
Oatmeal tidak hanya baik untuk jantung tetapi juga menyerap asam lambung, membantu mengendalikan gejala refluks gastroesofageal. Pasien sebaiknya menambahkan pepaya atau pisang ke dalam oatmeal untuk meningkatkan rasa tanpa mengiritasi usus. Pepaya juga mengandung enzim papain, yang membantu mengurangi rasa panas di dada.
Sereal
Pasien sebaiknya makan beberapa kali dalam porsi kecil untuk menghindari tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah. Semangkuk kecil sereal gandum utuh rendah gula merupakan pilihan yang baik di pagi hari.
Gunakan susu almond, alih-alih susu sapi, untuk sereal Anda agar gejalanya tidak semakin parah. Tambahkan kismis dan kacang cincang untuk mempermanis dan meningkatkan protein.
Sereal dan buah-buahan mengandung banyak nutrisi yang baik untuk sarapan. Foto: Freepik
Roti gandum utuh
Sarapannya mencakup muffin gandum utuh dengan selai kacang atau keju cottage rendah lemak, yang cenderung tidak mengganggu pencernaan. Penderita penyakit ini sering memadukan buah-buahan rendah asam seperti buah persik dengan rasa dan nutrisi ekstra.
Smoothie
Minum smoothie saat sarapan menyediakan tubuh dengan nutrisi penting, vitamin dan mineral, dengan risiko lebih rendah terhadap refluks asam.
Pisang, stroberi, persik, buah-buahan non-jeruk lainnya, dan sayuran segar umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan cocok untuk dijadikan smoothie. Menambahkan satu sendok makan selai kacang tanpa pemanis atau susu almon dapat menambah protein dan lemak sehat.
Buah dan yogurt
Yogurt kaya akan probiotik (bakteri baik) yang bermanfaat bagi usus dan mengurangi gejala penyakit refluks gastroesofageal. Pasien sebaiknya memilih yogurt rendah lemak atau bebas lemak, yang lebih mudah ditoleransi.
Jika Anda intoleran laktosa, Anda bisa memilih yogurt almond, yogurt kelapa, dan susu kacang fermentasi lainnya. Tambahkan buah-buahan rendah asam seperti persik atau apel ke dalam granola untuk sarapan yang lezat.
Mengonsumsi makanan pedas, makanan berlemak, makanan yang digoreng, kue kering, kopi, alkohol, dan buah jeruk dapat memicu gejala refluks asam.
Berikut adalah beberapa cara untuk membantu mengelola refluks asam.
Kukus atau rebus makanan, jangan digoreng. Jika Anda memanggang atau membakar, gunakan minyak sesedikit mungkin dan hindari menambahkan terlalu banyak bumbu.
Hindari membungkuk saat makan karena dapat mengubah posisi sfingter esofagus bagian bawah yang menyebabkan refluks asam. Jangan berbaring setelah makan, berbaringlah hanya setelah makanan tercerna sempurna.
Makanlah beberapa kali dalam porsi kecil sepanjang hari, alih-alih tiga kali makan besar, untuk mengurangi tekanan pada lambung dan sfingter esofagus bagian bawah. Hindari makan sebelum tidur, setidaknya dua jam sebelum tidur.
Minumlah air putih yang cukup sepanjang hari untuk mengencerkan asam lambung. Air alkali merupakan pilihan yang baik untuk mengendalikan refluks asam. Menurut sebuah studi tahun 2020 dari Universitas Federal Pará, Brasil, pada 50 orang, minum air putih dengan pH 8,5-10 setiap hari dapat mengurangi kadar asam lambung dan mengurangi peradangan lambung.
Kucing Mai (Menurut Very Well Health )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)