Ada dua kasus yang menyebabkan kartu ATM tertelan: mesin ATM rusak, atau pengguna salah memasukkan PIN lebih dari 3 kali.
Kasus kedua, yaitu salah memasukkan PIN lebih dari 3 kali, adalah yang paling umum. Biasanya, ketika pengguna salah memasukkan PIN sekali, layar ATM akan menampilkan peringatan tentang kemungkinan kartu tertelan jika PIN dimasukkan kembali secara salah. Untuk menghindari tertelan, pengguna perlu berhati-hati dalam memasukkan PIN yang benar.
Proses penanganan kartu ATM yang tertelan pada dasarnya sama di setiap bank. Perbedaan utamanya terletak pada batas waktu pengembalian kartu yang tertelan kepada nasabah.
Seperti halnya di Techcombank dan VIB, peraturan internal bank adalah 3-5 hari kerja sejak kartu ditelan. Sementara itu, di Vietcombank, batas waktu pengembalian kartu kepada nasabah adalah 10 hari kerja.
Namun, peraturan memang seperti itu, tetapi kenyataannya waktu bagi nasabah untuk menerima kembali kartunya bisa jauh lebih cepat, tergantung pada fleksibilitas cabang atau jika nasabah segera mengikuti langkah-langkah sesuai instruksi.
Ada 3 langkah untuk membantu pengguna mendapatkan kembali kartu mereka dengan cepat.
Langkah 1: Periksa apakah ATM mengeluarkan kartu.
Ketika kartu ATM tertelan, langkah pertama yang harus dilakukan pemegang kartu adalah menekan tombol Batal berwarna merah pada papan ketik untuk melihat apakah ATM akan melepaskan kartu. Jika kartu masih tidak terlepas, pemegang kartu perlu melanjutkan ke langkah berikutnya.
Langkah 2: Hubungi bank
Pemegang kartu sebaiknya menghubungi nomor hotline bank yang tertera di ATM, baik kartu tertelan di ATM bank yang sama maupun bank lain. Selain itu, pemegang kartu dapat langsung menghubungi staf cabang bank tempat ATM berada untuk mendapatkan dukungan tercepat.
Langkah 3: Ikuti instruksi bank
Selanjutnya, pemegang kartu perlu tetap tenang dan melaporkan beberapa informasi sesuai instruksi staf bank, termasuk: Waktu kartu ditelan, transaksi sebelum kartu ditelan, alamat ATM... Setelah itu, bank akan mengambil beberapa informasi kontak pengguna lagi dan memberitahukan solusi spesifiknya.
Saat datang untuk menerima kartu, nasabah perlu membawa kartu identitas dan dokumen lainnya tergantung pada persyaratan masing-masing bank.
Namun, untuk memastikan keamanan mutlak, nasabah juga dapat menghubungi kantor operator bank, meminta penguncian kartu dan meminta bank menerbitkan kartu baru.
Selain itu, dengan fitur penarikan otomatis menggunakan kode QR yang digunakan bank, nasabah dapat menarik uang menggunakan kode QR langsung di ATM tanpa menggunakan kartu ATM.
Alih-alih harus membawa kartu, pengguna dapat menggunakan ponsel untuk menarik uang di ATM. Layanan penarikan ini telah dikoordinasikan oleh Badan Pembayaran Nasional Vietnam (Napas) dengan bank-bank anggota untuk mengembangkan layanan penarikan uang melalui ATM bank menggunakan kode VietQR.
Tidak perlu menggunakan kartu akan membantu membatasi risiko seperti kartu bank terjatuh/hilang, dan mempersingkat waktu dibandingkan dengan menarik uang tunai dengan kartu ATM.
Pengguna cukup menggunakan perbankan digital untuk memindai kode dan memasukkan informasi pembayaran, lalu memasukkan PIN di ATM.
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna mengklik fungsi Tarik uang dengan kode QR di ATM. Masuk ke perbankan digital di aplikasi perbankan, lalu cari ikon kode QR.
Setelah mengklik ikon kode QR, pengguna mengarahkan kamera ke area kode QR di ATM. Jika kode QR berhasil dipindai, layar akan otomatis beralih ke antarmuka formulir penarikan.
Setelah konfirmasi, layar akan menampilkan pesan yang meminta pengguna untuk melakukan langkah berikutnya di ATM.
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/cach-lay-lai-the-atm-nhanh-nhat-neu-bi-nuot-the-2373866.html
Komentar (0)