Bolehkah saya bertanya, berapa lama liburan musim panas bagi para manajer lembaga pendidikan ? Nguyen Hoan Kien (hoankien***@gmail.com)
* Membalas:
Pasal 5 Surat Edaran 28/2009/TT-BGDDT (diubah dan ditambah dengan Pasal 3 dan Pasal 4, Pasal 1 Surat Edaran 15/2017/TT-BGDDT) mengatur tentang waktu kerja dan cuti tahunan sebagai berikut: Cuti tahunan guru meliputi: Cuti musim panas, libur Tahun Baru Imlek, libur semester, dan hari libur lainnya, dengan rincian: Cuti musim panas tahunan guru selama 2 bulan (termasuk cuti tahunan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan), dengan gaji dan tunjangan penuh (jika ada); Cuti Tahun Baru Imlek, libur semester sesuai ketentuan Menteri Pendidikan dan Pelatihan ; Hari libur lainnya sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Berdasarkan rencana tahun ajaran, skala, karakteristik, dan kondisi khusus masing-masing sekolah, kepala sekolah mengatur waktu cuti tahunan bagi guru secara wajar sesuai dengan peraturan.
Berdasarkan peraturan di atas, guru berhak atas cuti selama 2 bulan (termasuk cuti tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan), dengan gaji dan tunjangan penuh (jika ada). Namun, peraturan di atas hanya berlaku untuk guru, dan tidak menetapkan waktu cuti musim panas bagi kepala sekolah atau wakil kepala sekolah (manajer lembaga pendidikan).
Pengelola lembaga pendidikan adalah pegawai negeri sipil dan berhak atas cuti tahunan sesuai dengan Undang-Undang Kepegawaian Negara Tahun 2010. Pasal 13 Undang-Undang ini mengatur hak istirahat pegawai negeri sipil sebagai berikut: Cuti tahunan, hari raya, dan cuti pribadi sesuai dengan ketentuan undang-undang ketenagakerjaan. Karena tuntutan pekerjaan, pegawai negeri sipil yang tidak menggunakan atau tidak menghabiskan hari cuti tahunannya akan dibayar sejumlah uang untuk hari yang tidak diambil.
Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di daerah pegunungan, perbatasan, kepulauan, daerah terpencil, atau daerah khusus lainnya, apabila diminta dapat menggabungkan cuti selama 2 tahun menjadi 1 (satu) kali cuti; apabila menggabungkan cuti selama 3 tahun menjadi 1 (satu) kali cuti, maka harus mendapat persetujuan pimpinan unit kerja kepegawaian.
Untuk bidang karier tertentu, pegawai negeri sipil berhak cuti dan menerima gaji sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Mereka berhak cuti tanpa gaji jika terdapat alasan yang sah dan dengan persetujuan pimpinan unit karier publik.
Dengan demikian, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah berhak atas cuti tahunan, hari raya, dan cuti pribadi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan layaknya karyawan.
Untuk pertanyaan atau masalah tentang kebijakan untuk guru, silakan kirimkan ke bagian: Kotak surat pembaca - Surat Kabar Education & Times: 15, Hai Ba Trung (Hoan Kiem, Hanoi ).
Surel: bandocgdtd@gmail.com
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/can-bo-quan-ly-co-so-giao-duc-duoc-nghi-he-bao-lau-post741413.html
Komentar (0)