Kanker lambung merupakan komplikasi paling berbahaya dari penyakit tukak lambung dengan angka kematian yang sangat tinggi, terutama jika terdeteksi pada stadium lanjut. Oleh karena itu, waspadai gejala tukak lambung dan segera atasi untuk mencegah kanker dini.
1. Penyebab Tukak Lambung
Menurut Asosiasi Gastroenterologi , di Vietnam, hingga 26% populasi menderita tukak lambung. Menariknya, penyakit ini cenderung meningkat dan membuat usia penderitanya menjadi lebih muda.
Tukak lambung dapat disebabkan oleh banyak alasan berbeda, yang dua penyebab paling umum adalah:
- Infeksi Helicobacter. pylori (bakteri HP): Setelah memasuki lambung, bakteri HP akan menembus lapisan mukosa lambung, mengeluarkan racun yang merusak lapisan lambung, menghambat produksi faktor pelindung pada lapisan lambung, dan membentuk tukak.
- Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) jangka panjang seperti naproxen, ibuprofen, diklofenak... akan menyebabkan kerusakan lambung dan tukak lambung.
Kerusakan lambung akibat tukak.
- Selain itu, ada beberapa penyebab yang kurang umum termasuk:
- Meningkatnya sekresi asam dalam lambung.
- Sindrom Zollinger-Ellison menyebabkan kelebihan asam dalam lambung.
- Beberapa faktor risiko lainnya: merokok dan minum alkohol/minuman beralkohol lainnya secara teratur; stres, kecemasan; kebiasaan makan dan hidup yang tidak teratur dan tidak ilmiah...
2. Gejala khas tukak lambung
Gejala tukak lambung sangat beragam, yang paling umum adalah rasa terbakar, seperti digerogoti, dan nyeri di daerah epigastrium. Nyeri lebih parah saat lambung kosong, tanpa makanan. Beberapa gejala lain yang dapat disebutkan antara lain:
- Perut kembung, gangguan pencernaan.
- Muntah, mual.
- Bersendawa, nyeri ulu hati.
- Refluks asam.
- Makan cepat, kehilangan selera makan karena nyeri.
- Kesulitan tidur, tidur yang buruk.
- Tinja berwarna hitam atau berdarah.
- Gangguan pencernaan: Diare, sembelit.
- Penurunan berat badan secara tiba-tiba.
- Badan lemas dan cepat lelah.
Beberapa gejala khas tukak lambung.
Tukak lambung yang sudah masuk ke stadium kronis sangat sulit diobati secara tuntas dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya yang mengancam nyawa penderitanya seperti:
- Perdarahan gastrointestinal.
- Perforasi lambung.
- Stenosis pilorus.
- Kanker perut.
Secara khusus, angka kanker setelah tukak lambung mencapai 5-10%. Menurut Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), terdapat sekitar 870.000 kasus baru dan 650.000 kematian akibat penyakit ini. Di Vietnam, kanker lambung menyumbang 10,6% dari kasus kanker tahunan, setara dengan 17.527 kasus.
( >> Lihat detail: Komplikasi tukak lambung dan tukak duodenum )
3. Memperbaiki gejala sakit maag dengan obat maag berbentuk Y
Tukak lambung yang berkepanjangan dengan gejala seperti sendawa, nyeri ulu hati, nyeri epigastrium, mual... akan sangat memengaruhi kualitas hidup. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan pola makan dan gaya hidup Anda saat menggunakan obat lambung Y-Yumangel.
Dengan bahan aktif utama Almagate 1g, obat maag berbentuk Y ini membantu meredakan gejala tukak lambung dengan cepat hanya dalam 5-10 menit penggunaan. Suspensi ini juga membantu membentuk membran yang mirip dengan lapisan lendir pada mukosa lambung untuk melapisi lapisan lambung. Dengan demikian, membantu mengurangi kerusakan akibat asam lambung atau radikal bebas.
Obat Yumangel mempunyai rasa yang mudah diminum, dirancang dalam bentuk kemasan, dapat langsung diminum tanpa dicampur dengan air, sehingga praktis bagi Anda yang sibuk.
Obat perut Y - Yumangel
( >> Lihat selengkapnya: Obat Yumangel (perut berbentuk Y): Efek, dosis, harga )
YUMANGEL - MENGURANGI SAKIT PERUT DENGAN CEPAT - Produk ini tersedia secara luas di apotek-apotek di seluruh negeri. - Hotline konsultasi bebas pulsa: 1800 1125 - Situs web: https://yumangel.vn/ |
Selain menggunakan obat lambung Y-Yumangel, sebaiknya Anda menerapkan beberapa cara berikut ini agar secara proaktif mencegah kambuhnya sakit maag: Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang kaya serat dan probiotik seperti buah-buahan, sayur-sayuran hijau, yoghurt; makanlah makanan yang sudah dimasak dan minumlah air putih yang sudah mendidih; makanlah secara perlahan dan kunyahlah hingga benar-benar matang; makanlah dengan benar dan cukup; jangan makan sambil bekerja; jangan merokok, hindari alkohol dan kafein; batasi makanan yang pedas dan asam; kendalikan stres; batasi penggunaan antibiotik, obat antiinflamasi, obat pereda nyeri, dan sebagainya.
Tergantung pada penyebab tukak lambung, dokter akan memilih metode pengobatan yang tepat untuk setiap pasien. Penting bagi pasien untuk segera menemui dokter jika muncul gejala yang tidak biasa. Semakin cepat pemeriksaan dan pengobatan dilakukan, semakin tinggi peluang kesembuhan.
VH
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)