Sebagai seseorang yang mencintai Tet dan selalu ingin agar anak-anaknya merasakan nilai-nilai dan makna yang dibawa oleh Tet, Ibu Le Van Anh ( Hanoi ) selalu berusaha untuk menjaga sedikit suasana Tet lama bagi anak-anaknya dengan membungkus kue Chung, membakar dupa pada malam tahun baru, menjadi orang pertama yang memasuki rumah pada hari tahun baru, dan mengucapkan selamat tahun baru kepada mereka...
Putri sulung Ibu Van Anh mengajari adik perempuannya cara membungkus banh chung.
Sejak awal Desember, rumah keluarga Van Anh dipenuhi suasana persiapan Tet. Ia dan anak-anaknya membersihkan dan mendekorasi rumah, menata vas-vas berisi bunga-bunga tunggal, dahlia, ranting persik dan aprikot, serta memajang pot-pot krisan dan poinsettia di halaman depan, membuat ruangan itu dipenuhi warna-warna musim semi.
Ibu Van Anh ingin membawa suasana Tet yang lama kepada anak-anaknya.
Saya selalu ingat liburan Tet waktu kecil dulu, ketika hidup masih sangat sulit, jadi Tet adalah yang paling dinantikan. Karena saya bisa membungkus kue Chung, menumbuk pangsit babi, pergi ke pasar bunga bersama kakek-nenek dan orang tua, dan terutama mengenakan pakaian terindah tahun ini untuk mengunjungi kerabat dan tetangga untuk mengucapkan selamat tahun baru. Jadi, ketika saya menikah dan punya anak, saya masih ingin melestarikan sedikit suasana Tet untuk anak-anak saya dengan melakukan hal-hal yang biasa saya lakukan di masa lalu, seperti membersihkan rumah, mendekorasi rumah, membungkus kue Chung, membakar dupa di malam tahun baru, menjadi orang pertama yang masuk rumah, dan mengunjungi kerabat dan tetangga untuk mengucapkan selamat tahun baru...," ungkap Ibu Van Anh.
Tahun ini, Ibu Van Anh merebus banh chung di malam hari agar anak-anaknya bisa mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.
Meskipun tinggal di Hanoi, setiap Tet, halaman Van Anh "merah karena api" dengan sepanci banh chung. Tahun ini, pada tanggal 24 Desember, Van Anh dan anak-anaknya membungkus kue-kue tersebut. "Anak-anak sering diberi tugas mencuci daun dong, mencuci beras, memotong daun menjadi cetakan, lalu mengamati orang dewasa membungkus kue dan belajar dengan menuangkan nasi, memasukkan kacang... Secara bertahap, dalam beberapa tahun terakhir, anak-anak yang lebih besar telah mampu membungkus banh chung lengkap sendiri. Anak-anak juga selalu membantu orang tua mereka menyiapkan kayu bakar untuk merebus banh chung," kata Van Anh.
Ibu Van Anh mengajak anak-anaknya untuk merasakan "sentuhan Tet"
Ibu Van Anh mengatakan bahwa setiap tahun keluarganya biasanya merebus banh chung di siang hari agar tidak mengganggu tidur anak-anak. Namun tahun ini anak-anaknya mendapatkan pengalaman yang benar-benar berkesan. "Karena saya rindu rasanya duduk dan menonton panci banh chung di Malam Tahun Baru yang dingin dan mengantuk bersama kakek dan ayah saya, tahun ini saya juga menyalakan api unggun ketika hari mulai gelap. Saya ingin anak-anak dan seluruh keluarga merasakan suasana yang tak terlupakan."
Ibu Van Anh selalu ingin anak-anaknya memiliki pengalaman Tet yang bermakna dan berkesan bersama keluarga mereka.
Sebagai orang yang tidak pernah mengajarkan anak-anaknya, Ibu Van Anh mengajak anak-anaknya untuk merasakan makna Tet dan nilai-nilai yang dibawa Tet kepada setiap orang melalui tindakan-tindakan spesifik. "Karena Tet adalah reuni keluarga, setiap tahun seluruh keluarga akan berkumpul bersama untuk mengunjungi rumah kakek-nenek dari pihak ayah dan ibu. Tet adalah kesempatan untuk kembali ke akar mereka, untuk mempererat hubungan keluarga dan komunitas, sehingga anak-anak akan pergi ke makam untuk mengucapkan selamat tahun baru kepada kerabat dan tetangga. Untuk membantu anak-anak memahami bahwa selama Tet, orang-orang menjadi lebih dekat satu sama lain, dan semua orang ingin saling memberikan harapan baik, kegembiraan, dan kebahagiaan," ujar Ibu Van Anh.
[iklan_2]
Sumber: https://phunuvietnam.vn/cung-con-gin-giu-nhung-gia-tri-cua-tet-xua-20250124090438327.htm
Komentar (0)