
Menurut Departemen Kesehatan , akhir-akhir ini banyak kasus pelanggaran administrasi dan pidana yang ditangani oleh pihak berwajib, seperti: menggunakan surat keterangan praktik, ijazah, dan sertifikat pelatihan palsu untuk praktik; praktik tanpa izin; berpura-pura menjadi dokter; bertindak di luar kewenangan yang diberikan; memberikan jasa tanpa izin; memanfaatkan media sosial untuk beriklan secara bohong, menimbulkan keonaran, bahkan menipu pasien.
Perilaku ini berisiko menimbulkan kecelakaan, komplikasi, dan berdampak serius pada kesehatan orang lain.
Departemen Kesehatan mensyaratkan bahwa fasilitas hanya diperbolehkan melakukan pemeriksaan dan pengobatan medis ( KBCB) apabila memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam Pasal 49 Undang-Undang tentang Pemeriksaan dan Pengobatan Medis Tahun 2023 dan hanya diperbolehkan melakukan teknik dalam lingkup kegiatan dan daftar spesialisasi teknis yang disetujui oleh Departemen Kesehatan atau Kementerian Kesehatan apabila memenuhi syarat-syarat kelengkapan sarana, peralatan, sumber daya manusia, kebersihan lingkungan, dan lain-lain.
Fasilitas yang mempekerjakan orang asing perlu meninjau dan memantau ketentuan izin kerja, menggunakan pekerja pada posisi berlisensi yang benar, mematuhi peraturan tentang pendaftaran, penggunaan bahasa di KBCB, dan memastikan peraturan tentang keamanan dan ketertiban.
Pada saat yang sama, fasilitas kesehatan wajib meninjau informasi praktik para praktisi di fasilitas kesehatan tersebut secara berkala. Jika ditemukan kasus mencurigakan penggunaan sertifikat praktik, izin praktik, gelar profesi, atau sertifikat pelatihan palsu di KBCB, hal tersebut harus segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa dan diverifikasi.
Departemen juga mencatat bahwa unit harus benar-benar mematuhi peraturan perundang-undangan tentang kegiatan periklanan dan harus konsisten dengan ruang lingkup kegiatan dan daftar teknis fasilitas medis yang disetujui oleh Departemen Kesehatan atau Kementerian Kesehatan.
Untuk fasilitas kesehatan publik, Direktur unit bertanggung jawab untuk memantau dan mengelola praktik lembur karyawan yang berada di bawah wewenangnya, memastikan bahwa tidak ada praktik di fasilitas yang tidak memiliki izin atau yang belum terdaftar di Departemen Kesehatan.
Selain itu, Komite Rakyat di komune dan distrik perlu memperkuat komunikasi agar masyarakat hanya menggunakan layanan di fasilitas berlisensi. Informasi mengenai fasilitas medis telah dipublikasikan di https://opendata.danang.gov.vn agar mudah dicari.
Selama proses penerimaan berkas pendaftaran usaha, pemerintah daerah perlu memberikan arahan yang lengkap tentang ketentuan operasional bagi tempat usaha yang bergerak di bidang pemeriksaan dan perawatan kesehatan serta jasa kosmetika.
Pemberian izin penggunaan nama pada suatu badan usaha harus menghindari duplikasi dengan nama badan usaha yang telah diberi izin usaha dan menghindari pelanggaran ketentuan mengenai nama dan tanda dalam Undang-Undang Periklanan untuk membatasi kesalahpahaman masyarakat terhadap ruang lingkup kegiatan usaha dan bentuk organisasi badan usaha tersebut.
Inspeksi pascaperizinan dan pengawasan pascaperizinan juga perlu diperkuat. Pemerintah daerah harus mempublikasikan hasil penanganan pelanggaran di media agar masyarakat mengetahui dan menghindarinya.
Bersamaan dengan itu, berdasarkan data praktik kedokteran yang diberikan oleh Departemen Kesehatan setiap triwulan, perlu dilakukan pemeriksaan dan peninjauan terhadap fasilitas yang sudah berhenti beroperasi lebih dari satu tahun atau yang pengelola profesionalnya sudah meninggal dunia namun belum memberitahukan kepada Departemen Kesehatan untuk mencabut izin praktik kedokteran sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sumber: https://baodanang.vn/da-nang-chan-chinh-hoat-dong-hanh-nghe-kham-chua-benh-3297557.html
Komentar (0)